Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur (Kominfo Jatim) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi digital masyarakat melalui program Cerdas Digital (CERDIG). Kali ini, sasaran kegiatan adalah aparatur pemerintah desa se-Jawa Timur dengan fokus pada penguatan branding digital desa.
Berlangsung pada Jumat (21/11/2025), yang diadakan secara daring bertajuk “Strategi Branding dan Promosi Potensi Desa di Ranah Digital”, CERDIG kali ini diikuti 1000 orang aparatur desa se-Jatim di bawah komando Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Deaa Provinsi Jawa Timur (DPMD Jatim).
Adapun berbagai pakar yang dihadirkan dalam CERDIG kali ini yaitu Pakar Strategi Komunikasi Rudi Sutanto, Pakar Komunikasi Pelayanan Publik Algooth Putranto, Pakar Media Relations Arief Sitohang, Pakar Digital Strategist Faly Marlian Putra, Pakar Dokumentasi dan Konten Media Sosial Damar Eka Wahyu Aprianto, serta Pegiat Media Sosial Laily Fandia Anggraini.
Mereka memberikan penguatan materi mengenai lima pilar strategi utama, yang berisi analisis potensi (USP), pembangunan aset digital, kolaborasi, iklan berbayar, dan evaluasi berbasis data.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Kominfo Jatim yang diwakilkan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (Kabid IKP) Dinas Kominfo Jatim, Putut Darmawan, yang dalam sambutannya Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah pola komunikasi publik, termasuk di desa sehingga dibutuhkan transformasi digital.
“Transformasi digital di desa bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan, dan jika dikelola dengan strategi yang tepat, desa-desa di Jawa Timur akan menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi melalui branding dan promosi yang cerdas di ruang digital,” ujar Putut.
“Informasi bergerak sangat cepat, dan pemerintah desa dituntut mampu menyajikan informasi secara kreatif, strategis, dan mudah dijangkau masyarakat,” sambungnya.
Kenyataan bahwa penetrasi internet di Jawa Timur yang mencapai 82,19 persen, dinilai Putut, telah berpeluang besar dalam memperluas promosi potensi desa melalui platform digital. Menurutnya, peningkatan literasi digital aparatur desa menjadi kunci agar promosi berjalan efektif.
Putut menekankan bahwa digitalisasi desa kini menjadi arah kebijakan nasional sebagaimana tertuang dalam Permendes PDTT Nomor 2 Tahun 2024. Sehingga transformasi digital dinilai sangat penting dalam menjalankan roda pemerintahan.
Ditegaskannya, desa digital berperan penting dalam mempercepat pelayanan publik dan mendorong transparansi serta akuntabilitas.
“Desa digital bukan sekadar inovasi, tetapi kebutuhan untuk menghadirkan tata kelola yang adaptif dan responsif” tegas Putut.
Dia membeberkan, Jawa Timur kembali mencatat prestasi nasional sebagai provinsi dengan desa mandiri terbanyak, yakni 4.716 desa, atau 23 persen dari total nasional. Sejak 2021, provinsi ini juga telah bebas dari desa berstatus tertinggal.
“Selain itu, dengan 6.756 BUM Desa dan lebih dari 11.000 unit usaha, potensi ekonomi desa di Jawa Timur dinilai sangat kuat. Potensi besar ini, perlu dikemas secara lebih profesional melalui strategi komunikasi digital yang tepat sasaran,” kata Putut
Melalui pelaksanaan CERDIG Batch 18, Putut menuturkan, Kominfo Jatim berharap kegiatan ini menjadi momentum peningkatan kapasitas aparatur desa dalam menghadapi tantangan komunikasi publik digital. Dirinya pun mendorong peserta agar tidak hanya menjadikan webinar ini sebagai ruang belajar, tetapi juga sumber inspirasi untuk berinovasi di desa masing-masing.
“Kami ingin peserta pulang membawa wawasan yang bisa langsung diterapkan. Transformasi digital adalah kebutuhan untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat desa,” pungkasnya.
Pihaknya menegaskan Pemprov Jatim akan terus mendukung digitalisasi desa sebagai upaya memperkuat promosi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.(*)



