Minggu, November 30, 2025

Kurator Irama Kotak Suara Radovan Raynes Ungkap Tips Emerging Artist

Must Read

Musik, PANDANGANRAKYAT.COM – Radovan Raynes atau akrab disapa Vando membentuk manajemen artis bernama Microgram sekitar tahun 2015. Tak sendirian, ia bersekutu dengan 3 rekan lainnya yaitu Adli, Dwi, dan Suryo karena sama-sama berkuliah di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad).

“Sebagian dari kami tergabung dalam UKM kampus bernama KMF (Komunitas Musik Fikom) yang pada saat itu aktif membuat gigs di sekitaran kampus. Salah satu dosen akhirnya mengenalkan kami kepada salah satu founder FFWD Records di Bandung dan singkat cerita mereka sedang aktif menjalankan reguler gigs dengan venue Lou Belle Shop (Setiabudi 56) dengan tajuk An Intimacy. Fokus acaranya mencari musisi baru untuk dimainkan dengan konsep intimate gigs,” kenang Vando.

Sejak perkenalan itu, Microgram kolaborasi bareng FFWD Records dan Mosterstress Records untuk melakukan kurasi dan mengorganisasi gigs sampai edisi belasan. Beberapa roster awal Microgram seperti Heals, Lizzie, dan Alvin & I juga merupakan band-band yang disukai oleh para kolaborator.

Tahun ini kesibukan Vando bersama Microgram, ia baru selesai melaksanakan tur musik bersama White Chorus keliling pulau Jawa, Bali, Sumatra, dan satu di Malaysia. Selain itu, Microgram tengah mempersiapkan materi band-band yang akan meluncurkan album, EP, maupun single.

Berbekal pengalaman yang ia dapatkan selama bertahun-tahun, Vando dipercaya untuk menjadi kurator untuk Irama Kotak Suara tahun ini. Ketika membicarakan alasan apa yang menarik perhatian dirinya saat memilih nama-nama emerging artist adalah memprioritaskan mereka yang berada di luar Jakarta dan Bandung seperti Cirebon dan Sukabumi.

“Mungkin kalau mereka berasal dari kota-kota tersebut, gue akan lebih melihat ya karyanya mereka karena gue pengen memberikan semacam jalan untuk band-band dari second city untuk bisa lebih didengar dan diberi perhatian melalui Irama Kotak Suara,” ungkap Vando.

Sementara kalau genre musik Vando merasa tidak ada yang spesifik atau harus yang lagi ada hype. Namun ia memfokuskan karakter sang musisi. “Yang penting mereka memiliki semacam keunikan atau garis merah dari branding yang mereka bawa. So far kayak gitu ya,” tutupnya. 

Berikut di antara tips dari Vando untuk emerging artist supaya masuk dalam penilaian para kurator Irama Kotak Suara:

Gak Cuma Manggung, Tapi Rilis Merchandise

Musisi enggak cukup punya karya yang bagus. Musisi juga enggak bisa sekadar aktif manggung. Tapi bagi Vando, musisi juga harus punya value salah satunya rilis merchandise yang menjadi bagian dari promosi karya.

Mempromosikan Karya di Media Massa

Saat ini media sosial menjadi gerbang utama musisi untuk bisa memperkenalkan karya. Namun yang kadang terlupa adalah media massa tetap memiliki peranan penting bagi karier mereka. Menurut Vando, bikin press kit berisi siaran pers dan foto yang simple.

Networking Wajib Diperluas

Dengan berjejaring kata Vando bisa membuka kesempatan-kesempatan untuk kerja sama dengan banyak pihak. Baik sesama musisi, event organizer, brand atau apa pun yang bisa membuat karya lebih terdengar.(*)

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

DPRD Surabaya Teriak, ASN Pemkot Surabaya Main Judi Slot Di Jam Kerja

Surabaya, PANDANGANRAKYAT.COM – Dikabarkan beredal video viral yang memuat ASN Pemkot Surabaya sedang melakukan judi slot di saat jam...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img