Surabaya, PANDANGANRAKYAT.COM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur mendorong terciptanya kesempatan kerja yang setara bagi penyandang disabilitas melalui penguatan kompetensi, pemagangan, hingga sertifikasi.

Upaya ini salah satunya dilakukan melalui pelatihan pelayanan prima yang digelar Kadin Institute bersama Kadin Jawa Timur dan Plan International di Kadin Institute, Surabaya, pada 3-6 Agustus 2026.

Dari sekitar 280 peserta yang menjadi sasaran program, sebanyak 20 peserta merupakan penyandang disabilitas, khususnya tuna netra. Setelah mengikuti pelatihan, mereka diarahkan mendapatkan kesempatan magang dan akses menuju dunia kerja.

Adik Dwi Putranto Ketua Umum Kadin Jawa Timur mengatakan, penyandang disabilitas harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk bekerja dan berkembang sesuai kompetensinya.

Harapannya anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus ini bisa diterima oleh industri dan terserap, bisa bekerja seperti layaknya orang lain. Mendapatkan fasilitas yang sama seperti orang lain dan tentunya sesuai dengan kompetensi yang dimiliki,” ujar Adik dalam keterangan resmi, Senin (10/8/2026).

Menurut Adik, peningkatan kompetensi menjadi salah satu kunci untuk memperluas akses kerja bagi penyandang disabilitas.

Karena itu, pelatihan tidak hanya diarahkan pada pemberian keterampilan dasar, tetapi juga dapat dilanjutkan dengan sertifikasi sesuai kebutuhan industri.

Kadin Institute, kata dia, telah bekerja sama dengan LSP Public Relations Nusantara untuk mendukung proses pelatihan dan sertifikasi kompetensi peserta.

“Perangkat instrumennya disesuaikan dengan kebutuhan asesi. Kebetulan di Kadin Institute juga bekerja sama dengan LSP Public Relations Nusantara yang memungkinkan untuk melatih dan men-sertifikasi hasil pelatihan Kadin Institute sesuai dengan kebutuhan asesinya,” katanya. ham