Gresik, PANDANGANRAKYAT.COM – Kondisi Kali Tengah di Kecamatan Driyorejo kembali menjadi sorotan.
Sungai yang membentang sekitar 7,5 kilometer dan melintasi kawasan industri serta sejumlah permukiman warga itu dinilai semakin dangkal akibat sedimentasi dan penyempitan alur sungai.
Warga berharap pengerukan serta normalisasi segera dilakukan untuk mencegah banjir yang terus berulang setiap musim hujan.
Pendangkalan Kali Tengah disebut menjadi salah satu penyebab utama meluapnya air ke permukiman dan jalan-jalan desa.
Selain sedimentasi, aliran sungai juga terhambat oleh banyaknya bangunan dan jembatan milik pabrik yang berdiri di sepanjang bantaran sungai.
Kondisi tersebut membuat kapasitas tampung air semakin berkurang dan aliran menjadi tidak lancar.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, FX Driatmiko Herlambang, menjelaskan bahwa aliran air tidak berjalan lancar karena penyempitan sungai.
Driatmiko menyebut, kondisi Kali Tengah saat ini cukup memprihatinkan. Di sepanjang bantaran sungai, banyak berdiri bangunan perusahaan serta jembatan penghubung yang membuat lebar sungai semakin menyempit.
“Sistem drainase yang kurang memadai, ditambah padatnya bangunan di sekitar sungai, membuat aliran air tidak lancar dan akhirnya meluap ke jalan dan permukiman,” ujarnya, Senin (22/6).
Saat debit air meningkat, jembatan yang terlalu rendah menjadi titik penyumbatan karena menahan sampah dan material sedimen yang terbawa arus.
Karena itu, warga menilai pengerukan sungai sudah menjadi kebutuhan mendesak. Selain mengangkat endapan lumpur yang menumpuk selama bertahun-tahun, pengerukan juga diharapkan mampu mengembalikan lebar dan kedalaman sungai sehingga aliran air lebih lancar.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko banjir yang kerap melanda wilayah Driyorejo, khususnya Desa Sumput dan sekitarnya.
Pemerintah daerah sebelumnya juga telah membahas upaya normalisasi Kali Tengah.
Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala, terutama karena padatnya kawasan industri yang berdiri di sepanjang bantaran sungai.
Meski demikian, berbagai pihak sepakat bahwa normalisasi dan pengerukan harus segera direalisasikan agar persoalan banjir tahunan tidak terus berulang. ham

