Surabaya, PANDANGANRAKYAT.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memperingatkan potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur (Jatim) yang akan terjadi selama tiga hari ke depan selama memasuki musim kemarau.
Potensi cuaca ekstrem tersebut diprakirakan akan terjadi pada 22-24 Juni 2026.
Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa saat ini wilayah Jawa Timur telah memasuki musim kemarau.
Namun, dia memperkirakan selama tiga hari ke depan akan ada perubahan cuaca yang dapat berdampak signifikan pada aktivitas masyarakat.
“Potensi cuaca ekstrem yang terjadi di beberapa wilayah Jatim mengakibatkan terjadinya potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan sedang hingga lebat, banjir, dan angin kencang,” kata Taufiq, Selasa (23/6/2026).
Potensi perubahan cuaca tersebut, menurut dia, merupakan dampak dari gangguan konvergensi lokal yang terjadi di wilayah Jatim.
Konvergensi disebut seperti suhu muka laut yang menunjukkan aktivitas penguapan yang cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil dan cukup lembab di lapisan bawah hingga menengah.
“Hal ini yang turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang,” ujarnya.
Tetapi, setelah tiga hari, Taufiq memperkirakan kondisi cuaca kembali normal dan intensitas cuaca ekstrem akan melemah.
Hanya saja, dia mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang kerap terjadi secara tiba-tiba.
“Terutamanya, untuk wilayah dengan topografi curam, bergunung, atau tebing yang diharapkan lebih waspada terhadap dampak cuaca ekstrem,” pungkasnya.
Potensi cuaca ekstrem itu juga terlihat dari hujan deras dan berkepanjangan yang terjadi sejak Senin, 22 Juni 2026 sampai Rabu hari ini di Surabaya. ham

