Jakarta, PANDANGANRAKYAT.COM – Pengusaha teknologi, Elon Musk kehilangan statusnya sebagai triliuner. Hal ini terjadi kurang dari dua pekan setelah dirinya menjadi orang pertama di dunia dengan kekayaan lebih dari 1 triliun dolar AS.

Menurut data Indeks Miliarder Bloomberg, kekayaan Musk saat ini tercatat sebesar 957 miliar dolar AS atau setara Rp17,16 kuadriliun (kurs Rp17.938 per dolar AS). Angka ini anjlok dari 1,11 triliun dolar AS (setara Rp19,73 kuadriliun) yang dicapai kurang dari 14 hari sebelumnya.

Melansir BBC, penurunan itu terjadi setelah saham SpaceX dan Tesla mengalami koreksi tajam di tengah pelemahan saham-saham teknologi. Kondisi ini dipicu meningkatnya keraguan investor terhadap prospek keuntungan jangka panjang dari perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Meski kehilangan status triliuner, Musk masih menjadi orang terkaya di dunia dengan kekayaan yang jauh melampaui para pesaing terdekatnya.

Musk sebelumnya mencetak sejarah pada 12 Juni ketika perusahaan roket miliknya, SpaceX, resmi melantai di bursa Nasdaq melalui penawaran umum perdana saham (IPO) yang sangat dinantikan pasar.

Saham SpaceX ditawarkan dengan harga 135 dolar AS per lembar dan dibuka pada level 150 dolar AS saat mulai diperdagangkan.

Debut tersebut membuat valuasi perusahaan roket dan satelit itu melampaui 1,77 triliun dolar AS. Karena Musk memiliki sekitar 42 persen saham SpaceX, pencatatan saham itu langsung mendorong nilai kekayaannya menembus angka 1 triliun dolar AS.

Pada 16 Juni, antusiasme investor yang tinggi mendorong harga saham SpaceX mencapai puncak di level 225,64 dolar AS per saham. Kenaikan itu membuat total kekayaan bersih Musk sempat menyentuh rekor 1,32 triliun dolar AS.

Namun, penguatan ini tidak berlangsung lama. Kekhawatiran investor terkait besarnya belanja modal perusahaan, tingginya biaya pembangunan infrastruktur AI, serta suku bunga yang masih bertahan tinggi memicu aksi jual besar-besaran di sektor teknologi. 

Sejumlah raksasa teknologi seperti Nvidia, Intel, dan AMD turut terkena dampaknya.

Saham SpaceX menjadi salah satu yang paling terpukul dalam koreksi tersebut. Harga sahamnya anjlok lebih dari 30 persen dari puncak pertengahan Juni dan kini diperdagangkan di kisaran 156 dolar AS per saham. ham