Jombang – PANDANGANRAKYAT.COM – Tradisi istigasah yang telah mengakar di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) merupakan bagian dari jalan spiritual yang diwariskan oleh para ulama, termasuk semasa kepemimpinan almarhum Gus Dur. Hal tersebut disampaikan Gus Hanan dalam sebuah kegiatan di Jombang.
Menurut Gus Hanan, istigasah bukan sekadar tradisi keagamaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan kepada Allah SWT, memohon pertolongan, serta mempererat ukhuwah di kalangan warga Nahdliyin.
“Istigasah yang berkembang pada zaman Gus Dur merupakan jalan spiritual NU. Tradisi ini mengajarkan ketulusan, kebersamaan, dan ikhtiar batin dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan,” kata Gus Hanan.
Ia menjelaskan, NU sejak awal dibangun di atas keseimbangan antara penguatan intelektual, pengabdian sosial, dan pembinaan spiritual. Karena itu, tradisi seperti istigasah, tahlil, dan doa bersama perlu terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas dan amaliah warga NU.
Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan Gus Dur tetap relevan hingga saat ini, terutama dalam menjaga persatuan, merawat toleransi, dan membangun kehidupan masyarakat yang damai. Jalan spiritual yang ditempuh NU juga menjadi fondasi dalam menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang moderat.
Gus Hanan berharap generasi muda Nahdlatul Ulama terus menjaga tradisi spiritual yang telah diwariskan para kiai, sekaligus mengembangkan peran NU dalam bidang pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat, sehingga organisasi tetap menjadi perekat persatuan dan membawa manfaat bagi umat.

