Surabaya, PANDANGANRAKYAT.COM – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas koperasi melalui penyelenggaraan Lomba Koperasi Berprestasi “Koperasi Sokoguru Jawa Timur” Tahun 2026.

Setelah melewati seleksi administrasi, penilaian dokumen, hingga verifikasi lapangan, babak penjurian final akhirnya digelar di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur pada Selasa (30/6/2026).

Tahap ini menjadi penentu bagi koperasi terbaik di berbagai kategori, termasuk Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren).

Babak final kategori koperasi pesantren diikuti oleh lima koperasi terbaik yang berhasil lolos dari tahapan seleksi sebelumnya. Kelima finalis tersebut yakni Koperasi Konsumen Syariah Pondok Pesantren Al Yasini Kabupaten Pasuruan, Koperasi Jasa Komunitas Santri IKMAL Kabupaten Malang, Koperasi Konsumen Pondok Pesantren Al-Hikam Kota Malang, Koperasi Konsumen Pondok Pesantren Roudlotul Murtadlo Kabupaten Pasuruan, serta Koperasi Produsen Hujjatul Islam Kabupaten Jember.

Pada tahap final ini, masing-masing koperasi mempresentasikan profil kelembagaan, tata kelola organisasi, kinerja usaha, inovasi, hingga kontribusi koperasi dalam mendukung pemberdayaan ekonomi pesantren di hadapan dewan juri.

Kegiatan penjurian dibuka oleh Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Nanang Abu Hamid, mewakili Kepala Dinas. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi dedikasi seluruh peserta yang telah melewati proses seleksi ketat hingga mencapai tahap final. 

“Terima kasih atas totalitas seluruh peserta. Bisa sampai pada tahap ini tentu bukan hal mudah. Kami berharap para finalis menampilkan kemampuan terbaiknya sehingga dewan juri memperoleh gambaran utuh mengenai perkembangan koperasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nanang menyampaikan bahwa koperasi memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi daerah. Hingga saat ini, Jawa Timur memiliki sekitar 29 ribu koperasi yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Dari jumlah tersebut, sekitar 700 koperasi pondok pesantren (Koppontren) terus berkembang sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis pesantren. Menurutnya, keberadaan koppontren tidak terlepas dari Program One Pesantren One Product (OPOP) yang menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Timur sejak periode pertama kepemimpinan Gubernur Jawa Timur.

Menjelang Bulan Koperasi yang diperingati setiap Juli, Nanang juga mengajak seluruh koperasi di Jawa Timur untuk turut menyemarakkan momentum tersebut melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat. Menurutnya, Bulan Koperasi menjadi kesempatan bagi setiap koperasi untuk menunjukkan kiprah dan kontribusinya kepada masyarakat sekaligus memperkuat semangat berkoperasi di berbagai daerah.

“Memasuki bulan Juli sebagai Bulan Koperasi, kami berharap seluruh koperasi di Jawa Timur dapat menyambutnya dengan kegiatan masing-masing. Silakan berkreasi sesuai dengan kondisi dan kemampuan koperasi, baik melalui kegiatan sosial, edukasi, promosi usaha, maupun aktivitas lainnya yang dapat semakin mendekatkan koperasi kepada masyarakat. Semoga Bulan Koperasi tahun ini menjadi momentum untuk semakin menguatkan semangat berkoperasi di Jawa Timur,” tambah Nanang.

Pada sesi penjurian, masing-masing koperasi diberikan kesempatan untuk mempresentasikan berbagai aspek yang menjadi indikator penilaian, mulai dari tata kelola organisasi, kesehatan koperasi, pengembangan usaha, inovasi layanan, digitalisasi, hingga dampak koperasi terhadap peningkatan kesejahteraan anggota dan pemberdayaan ekonomi pesantren.

Setelah sesi presentasi, dewan juri juga melakukan pendalaman melalui tanya jawab untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai implementasi program dan kinerja masing-masing koperasi.

Melalui penyelenggaraan Lomba Koperasi Berprestasi “Koperasi Sokoguru Jawa Timur”, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur berharap lahir semakin banyak koperasi yang mampu menjadi teladan dalam tata kelola kelembagaan maupun pengembangan usaha.

Khusus bagi koperasi pesantren, ajang ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus berinovasi, memperkuat kelembagaan, serta mendukung terwujudnya kemandirian ekonomi pesantren yang sejalan dengan semangat Program OPOP di Jawa Timur. ham