Jakarta, PANDANGANRAKYAT.COM – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, pada tahun ini Pemerintah Pusat fokus swasembada protein ikan setelah swasembada karbohidrat sudah tercapai.

“Tahun ini fokusnya adalah protein ikan, baik ikan tangkap dari laut maupun budi daya,” kata Zulhas di Jakarta, Kamis (2/7).

Zulhas mengatakan bahwa saat ini untuk swasembada karbohidrat seperti beras, dan jagung sudah terealisasi, untuk itu pemerintah mencoba fokus swasembada protein ikan.

Ia menjelaskan bahwa untuk swasembada protein ikan baik budi daya maupun tangkap dilakukan dengan memperbaiki tata kelola perikanan terutama di kampung nelayan salah satunya dengan mendirikan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Zulhas menyebutkan bahwa kampung tersebut nantinya akan menyediakan kebutuhan para nelayan, seperti pabrik es batu, gudang beku, balai lelang dan sebagainya.

“Kami akan membuat kampung nelayan. Karena nelayan kita tidak punya daya tawar,” ujarnya usai Rapat Koordinasi Nasional Akselerasi Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), Sektor Kelautan dan Perikanan.

Selain kampung nelayan ujar Zulhas, Pemerintah juga berupaya membangun kampung tematik budi daya ikan tawar di 40 ribu desa, semua itu merupakan langkah pemerintah dalam rangka swasembada protein ikan.

“Yang budi daya juga dibagi-bagi, ada yang di Pulau Jawa, dan luar Jawa. Bahkan ada juga nanti yang tiap desa dengan target 40 ribu desa,” katanya.

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional, rata-rata konsumsi protein total penduduk Indonesia sekitar 61,7 hingga 62,3 gram per kapita per hari, yang telah memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG).

Namun, dari angka itu. proporsi protein hewani masih rendah, dengan angka konsumsi harian protein hewani yang berkisar antara 17 hingga 18 gram per kapita.

Lebih rinci menurut data Badan Pangan Nasional, rincian konsumsi protein hewani harian per kapita untuk kelompok ikan, udang, dan kerang yaitu sekitar 9,58 gram. Kemudian daging merah dan unggas, sekitar 4,79 gram serta telur dan susu, sekitar 3,37 gram.

Peningkatan kualitas dan porsi harian ini terus didorong oleh Kementerian Kesehatan untuk mencegah masalah kekerdilan (stunting) pada anak, sehingga masyarakat dianjurkan mengonsumsi setidaknya 1 potong ikan atau 2 butir telur setiap harinya. ham