Surabaya, PANDANGANRAKYAT.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur bersama pemangku kepentingan setempat merintis program usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tangguh bencana karena bencana berdampak langsung pada keberlangsungan usaha masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan bahwa membangun ketangguhan tidak hanya berfokus pada penanganan saat bencana terjadi tetapi juga memastikan masyarakat tetap memiliki sumber penghidupan secara berkelanjutan.

“Karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk menghadirkan solusi, mulai dari penguatan mitigasi risiko, diversifikasi usaha, pemanfaatan teknologi digital, hingga perluasan akses pemasaran bagi pelaku UMKM,” katanya dalam keterangan di Surabaya, Kamis (2/7).

Ia mengemukakan melalui forum ini berbagai pemangku kepentingan berdiskusi merumuskan strategi agar UMKM di Jatim memiliki kemampuan bertahan, beradaptasi, dan bangkit lebih cepat saat terdampak bencana.

“Melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat, diharapkan lahir rekomendasi yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di kawasan rawan bencana,” katanya.

Menurutnya, UMKM yang tangguh akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat Jatim yang lebih siap menghadapi bencana dan lebih cepat bangkit menuju masa depan yang berkelanjutan.

Berdasarkan identifikasi awal, dampak yang biasa dirasakan UMKM saat terjadi bencana, dapat diklasifikasi menjadi dua, yakni dampak langsung dan dampak tak langsung.

Dampak langsung, di antaranya berupa kerusakan aset dan infrastruktur, serta gangguan operasional, sedangkan dampak tak langsung bisa berwujud rantai pasok yang terputus, hilangnya pendapatan, masalah keuangan, khususnya cicilan modal dan dampak psikologis. ham