Jakarta, PANDANGANRAKYAT.COM – Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) menyiapkan generasi muda sebagai duta promosi investasi, pariwisata, dan sektor unggulan daerah guna memperkuat daya saing kabupaten sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.
Direktur Eksekutif Apkasi Sarman Simanjorang mengatakan upaya tersebut dilakukan melalui pemilihan Putri Otonomi Indonesia (POI) 2026 yang tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pengembangan kapasitas generasi muda dalam mempromosikan potensi ekonomi daerah.
“Kami ingin para alumni dan pemenang menjadi garda terdepan sebagai duta promosi daerah,” kata Sarman dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (4/7).
Menurut dia, para finalis dibekali kemampuan public speaking, kepemimpinan, personal branding, serta pengetahuan mengenai potensi investasi, seni, budaya, dan pariwisata daerah agar mampu menjadi representasi pemerintah kabupaten dalam memperkenalkan keunggulan wilayah masing-masing.
Ia menilai penguatan kapasitas generasi muda menjadi semakin penting ketika pemerintah daerah dituntut lebih aktif membangun jejaring, mempromosikan potensi investasi, serta menarik kegiatan ekonomi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sebanyak 20 finalis dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti masa karantina sejak 27 Juni 2026 di Kabupaten Deli Serdang.
Selama kegiatan, peserta memperoleh pembekalan mengenai komunikasi publik, kepemimpinan, pemetaan potensi pariwisata regional, hingga mengikuti program retret bela negara melalui kerja sama dengan Kementerian Pertahanan.
Sementara itu, Ketua Umum Apkasi Bursah Zarnubi mengatakan kualitas sumber daya manusia merupakan fondasi penting dalam memperkuat pembangunan ekonomi daerah.
Menurut dia, generasi muda perlu memiliki kemampuan mengidentifikasi sekaligus mengomunikasikan potensi unggulan di daerahnya, mulai dari sektor pertanian, perikanan, industri kreatif, pariwisata, hingga peluang investasi berbasis sumber daya lokal.
“Kualitas SDM adalah fondasi kemajuan bangsa. Langkah ini beriringan dengan agenda besar membangun Indonesia dari pinggiran, selaras dengan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto, yaitu membangun dari desa,” ujar dia.
Ia berharap para pemenang maupun alumni Putri Otonomi Indonesia tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan berperan aktif memperkenalkan potensi ekonomi, investasi, pariwisata, seni, dan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Dalam Grand Final Putri Otonomi Indonesia 2026, perwakilan tuan rumah Kabupaten Deli Serdang Yemima Mutiara Caren Sitanggang dinobatkan sebagai Putri Otonomi Indonesia 2026.
Grand final tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 Apkasi yang berlangsung di Deli Serdang pada 1–2 Juli 2026 dan dihadiri sekitar 230 bupati dan wakil bupati dari berbagai daerah di Indonesia. ham

