Surabaya, PANDANGANRAKYAT.COM – Bank Syariah Indonesia (BSI) memperkuat Gerakan Koin Nahdlatul Ulama (Koin NU) melalui layanan donasi digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bersama Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Jawa Timur. 

“Kehadiran QRIS BSI memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berdonasi secara cepat, transparan, dan terpercaya,” kata Islamic Ecosystem Business Solutions Manager Regional Office (RO) XII Surabaya Bali Nusra BSI, Wahsi Prasodjo dalam keterangan di Surabaya, Sabtu (4/7). 

Kolaborasi tersebut dijalin antara BSI dan Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah (Lazisnu) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur sebagai upaya memperkuat gerakan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat melalui digitalisasi Program Koin NU. 

Kerja sama itu diwujudkan melalui pemanfaatan layanan pembayaran berbasis QRIS yang disediakan BSI untuk memperluas akses masyarakat dalam menyalurkan infak dan sedekah secara mudah, aman, transparan, dan akuntabel.

Pada tahap awal, BSI menghadirkan 1.500 titik Koin NU yang dilengkapi QRIS di Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Lumajang.

Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat menyalurkan donasi secara nontunai dengan proses yang lebih praktis.

“Mari bersama wujudkan kepedulian melalui setiap donasi. Karena setiap kebaikan yang kita berikan, akan menjadi manfaat bagi sesama,” ajaknya.

Menurut Wahsi, kolaborasi tersebut merupakan komitmen BSI dalam mendukung penguatan ekosistem filantropi syariah berbasis digital sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Dana yang dihimpun melalui Program Koin NU akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, penanggulangan bencana, serta pemberdayaan ekonomi umat.

Ketua Lazisnu Jawa Timur Afif Amrullah mengatakan Gerakan Koin NU telah menjadi bentuk gotong royong masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi umat. Pemanfaatan teknologi digital, menurutnya, menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan gerakan filantropi Nahdlatul Ulama.

“Kehadiran QRIS BSI akan semakin memudahkan masyarakat untuk berinfak dan bersedekah tanpa dibatasi oleh cara pembayaran konvensional. Ini merupakan ikhtiar bersama untuk memperkuat budaya berbagi sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat,” katanya.

Afif menambahkan kolaborasi antara Lazisnu Jawa Timur dan BSI diharapkan menjadi model pengembangan filantropi digital yang mampu menjangkau lebih banyak kalangan, terutama generasi muda yang telah terbiasa bertransaksi secara digital. ham