Jember, PANDANGANRAKYAT.COM — Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Hj. Lia Istifhama, S.Sos., S.Sos.I., M.E.I., mendorong perempuan untuk semakin berani mengambil peran dalam ruang publik, termasuk dalam dunia politik dan parlemen. Menurutnya, kepekaan sosial dan kepedulian yang dimiliki perempuan dapat menjadi kekuatan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Lia seusai menerima penghargaan Radar Jember Award 2026 kategori The Inspirational Women Leadership and Community Empowerment di Hotel Fortuna Jember, Kamis (20/8/2026).
Senator yang akrab disapa Ning Lia itu mengatakan keterwakilan perempuan di parlemen memiliki arti penting karena perempuan memiliki perspektif dan kepekaan yang dapat melengkapi proses pengambilan kebijakan.
“Peran senator perempuan sangat penting karena perempuan memiliki karakter peduli, kuat, dan naluri keibuan. Kepekaan yang tinggi itu menjadi modal dalam menjalankan tanggung jawab sebagai anggota DPD,” ujar Lia.
Menurut dia, perempuan yang mendapatkan kepercayaan sebagai wakil rakyat tidak seharusnya ragu menyampaikan aspirasi masyarakat. Sistem kerja kolektif kolegial dalam lembaga legislatif, kata Lia, tetap memberikan ruang bagi setiap anggota untuk menyampaikan gagasan dan memperjuangkan kepentingan daerah.
“Kalau kita bicara fungsi legislasi dan kolektif kolegial, bukan berarti anggota DPD tidak bisa bersuara. Tentu bisa bersuara,” tegasnya.
Selama menjalankan tugas sebagai anggota DPD RI daerah pemilihan Jawa Timur, Lia aktif menemui masyarakat melalui berbagai kegiatan. Selain menyerap aspirasi dalam forum resmi, ia juga terlibat dalam kegiatan sosial, edukasi, pemberdayaan masyarakat, serta dialog dengan perempuan, pemuda, kalangan pesantren dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Pemberdayaan perempuan dan generasi muda menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatiannya. Selain itu, Lia juga menaruh perhatian pada penguatan pesantren, pengembangan UMKM, zakat produktif, serta isu lingkungan melalui gerakan penanaman pohon.
Kiprah tersebut menjadi salah satu dasar pemberian penghargaan The Inspirational Women Leadership and Community Empowerment dalam Radar Jember Award 2026. Penghargaan itu dinilai mencerminkan kepemimpinan yang humanis, kolaboratif, dan dekat dengan aspirasi masyarakat.
Penghargaan tersebut bukan menjadi apresiasi pertama yang diterima Lia pada 2026. Sebelumnya, pada 30 Juli 2026, dirinya mendapatkan Radar Surabaya Award 2026 kategori Politisi Idola Gen Z.
Namun, Lia menegaskan penghargaan bukan tujuan utama dalam menjalankan tugas sebagai senator. Menurutnya, amanah masyarakat harus diwujudkan melalui kerja yang konsisten dan penyelesaian tanggung jawab selama masa jabatan.
“Karena saya mengabdi sebagai seorang pejabat, tentu penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Lia juga menyampaikan pesan kepada perempuan agar tidak takut mengambil kesempatan untuk terlibat dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat.
“Teruslah berperan, jangan sampai baperan,” pesannya.
Selain menyoroti peran perempuan, putri KH Masykur Hasyim tersebut menilai media massa memiliki posisi penting dalam kehidupan demokrasi dan ketahanan bangsa. Media, menurut Lia, bukan hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk wawasan masyarakat di tengah derasnya kompetisi global.
“Kita bicara Indonesia saat ini di tengah kompetisi global. Salah satu fondasi ketahanan bangsa adalah dunia media. Semoga media seperti Radar Jember terus menyuarakan hal-hal positif di tengah masyarakat sehingga media dan masyarakat sama-sama berkembang,” tuturnya.
Lia menegaskan dirinya akan tetap memprioritaskan pelaksanaan tugas sebagai anggota DPD RI, termasuk menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Jawa Timur.
“Targetnya bagaimana kita menjalani masa jabatan secara optimal. Apa yang menjadi tugas, kita lakukan dan kita penuhi,” pungkasnya. (Luqman)

