Site icon Pandangan Rakyat

Apindo: Pembenahan Hulu Bantu Jaga Ketahanan Ekonomi Nasional

Jakarta, PANDANGANRAKYAT.COM – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan bahwa ketahanan ekonomi nasional hanya dapat dibangun jika Indonesia berani membenahi akar persoalan sektor riil, bukan sekadar mengatasi dampaknya di hilir sehingga investasi dan lapangan kerja dapat diselamatkan.

“Jika kita sungguh ingin mencegah PHK (pemutusan hubungan kerja), kita tidak boleh hanya sibuk berdebat di hilir. Kita harus berani memperbaiki permasalahan hulunya,” kata Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani dalam keterangan yang terkonfirmasi di Jakarta, Kamis (13/8).

Menurut dia, di tengah terpecahnya dunia menjadi blok-blok ekonomi dan politik yang berbeda, dengan aturan, standar, dan kepentingan yang beragam, perubahan kebijakan perdagangan, disrupsi rantai pasok, serta volatilitas energi dan komoditas, pembenahan sektor riil menjadi fondasi utama memastikan ekonomi tetap tangguh dan menciptakan sumber pertumbuhan baru.

Menurut Shinta, dunia usaha nasional harus terus memperkuat kemampuan beradaptasi dan menjaga daya saing di tengah perubahan lanskap ekonomi global.

Pada saat yang sama, kata dia, dunia usaha masih menghadapi berbagai persoalan struktural di dalam negeri, antara lain tingginya biaya produksi, tantangan memperoleh bahan baku, mahalnya biaya logistik dan energi, birokrasi dan regulasi yang belum sepenuhnya efisien, produktivitas tenaga kerja, serta dinamika pasar yang terus berubah.

Karena itu, lanjutnya, untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional membutuhkan respons yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga menyelesaikan akar persoalan yang mempengaruhi investasi, produksi, dan penciptaan lapangan kerja.

“Setiap hambatan berusaha yang tidak terselesaikan akan memutus multiplier effect yang seharusnya dapat menciptakan investasi, menggerakkan produksi, dan membuka lapangan kerja. Karena itulah PHK sesungguhnya hanyalah ujung dari persoalan yang telah lama bermula dari isu di hulunya,” ujarnya dalam pelaksanaan Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) Apindo XXXV 2026 di Makassar.

Urgensi pembenahan tersebut juga menjadi perhatian pemerintah. Dalam sambutannya pada Rakerkonas XXXV Apindo 2026, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menegaskan, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah berbagai gejolak global.

Stabilitas inflasi, meningkatnya optimisme sektor manufaktur, pertumbuhan kredit, investasi, hingga penguatan ekonomi digital menjadi modal penting untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Pemerintah kata dia, juga terus memperkuat iklim investasi melalui deregulasi, pengembangan kawasan ekonomi khusus, transisi energi, dan kemitraan strategis dengan dunia usaha agar Indonesia semakin kompetitif di tingkat global. ham

Exit mobile version