Site icon Pandangan Rakyat

AS Buru Hacker Rusia, Buka Sayembara Berhadiah Rp 180 miliar

Jakarta, PANDANGANRAKYAT.COM – Pemerintah Amerika Serikat (AS) membuka sayembara dengan hadiah US$10 juta atau sekitar Rp180,6 miliar bagi siapa saja yang memberikan informasi terkait tiga hacker asal Rusia. Ketiga hacker tersebut diduga terlibat dalam berbagai serangan siber terhadap infrastruktur penting di AS.

Reuters pada Selasa (14/7) melaporkan, ketiga hacker itu telah didakwa oleh otoritas AS karena diduga menyediakan infrastruktur digital yang digunakan kelompok kriminal siber untuk melancarkan serangan ransomware dan aksi peretasan lainnya.

Tiga warga Rusia yang menjadi buronan tersebut adalah Alexander Volosovik, Kirill Zatolokin, dan Yulia Pankova. Departemen Luar Negeri AS menyatakan hadiah hingga US$10 juta diberikan kepada siapa pun yang memiliki informasi mengenai ketiga tersangka maupun perusahaan yang mereka operasikan, yakni Media Land dan ML.Cloud.

Kedua perusahaan tersebut diduga menyediakan layanan bulletproof hosting, yaitu layanan hosting yang dirancang agar tetap beroperasi meski menjadi sasaran pelacakan atau penindakan aparat penegak hukum. Layanan semacam ini diketahui kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk menjalankan aktivitas ilegal tanpa mudah ditutup oleh otoritas.

Jaksa AS menuduh Volosovik, Zatolokin, dan Pankova membantu memfasilitasi berbagai aktivitas kriminal siber yang menyasar infrastruktur penting Amerika Serikat. Serangan tersebut dilaporkan berdampak pada korban di 21 negara bagian serta sejumlah negara lain, dengan total kerugian mencapai puluhan juta dolar AS.

Korban berasal dari berbagai sektor, termasuk bank, sekolah, instansi pemerintah, rumah sakit, hingga perusahaan media. Namun, identitas para korban tidak diungkap dalam dokumen dakwaan. Dalam dakwaan yang diumumkan pada Selasa (15/7), ketiga tersangka dijerat dengan sejumlah tuduhan.

Diantaranya mencakup konspirasi melakukan penipuan komputer, membantu penipuan komputer, konspirasi melakukan wire fraud, serta konspirasi melakukan pencucian uang. ham

Exit mobile version