Site icon Pandangan Rakyat

AS Tunda Serangan ke Iran, Harga Minyak Dunia Turun

Jakarta, PANDANGANRAKYAT.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pemerintahannya telah siap melancarkan serangan besar terhadap Iran.

Namun, rencana tersebut dibatalkan setelah, menurut dia, Iran bersama sejumlah sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah meminta Washington menunda aksi militer karena kerangka kesepakatan mulai terbentuk.

“Kami berbicara dengan mereka dalam bentuk negosiasi. Itu dimulai besok sore,” ujar Trump kepada wartawan di dalam Air Force One, seperti dilansir BBC, Senin (3/8).

Dalam unggahan di Truth Social sebelumnya, Trump menyebut dirinya diminta untuk menahan serangan karena parameter kesepakatan telah disetujui. Dia juga mengatakan terdapat perkembangan menuju kesepakatan mengenai Selat Hormuz dan isu program nuklir Iran.

Meski demikian, Iran belum memberikan tanggapan resmi terhadap pernyataan tersebut. Kantor berita semi-resmi Mehr justru membantah klaim bahwa Teheran meminta Amerika Serikat menunda aksi militer. Media itu menyebut pernyataan Trump sebagai “kebohongan baru”.

Trump juga tidak mengungkapkan lokasi maupun pihak-pihak yang akan terlibat dalam perundingan tersebut. Dia mengatakan belum menetapkan tenggat waktu bagi tercapainya kesepakatan.

“Kita lihat saja nanti. Kami siap kapan pun. Saya tidak ingin membunuh orang,” katanya.

Menurut Trump, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman bersama sejumlah mitra Amerika Serikat di kawasan, termasuk Uni Emirat Arab dan Qatar, turut mendorong Washington agar tidak melancarkan serangan pada akhir pekan.

Trump mengklaim serangan yang dibatalkan itu akan menjadi operasi militer terbesar sejak Perang Dunia II dan berpotensi menggagalkan peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik.

Di sisi lain, Trump menolak menjawab apakah sasaran operasi tersebut mencakup infrastruktur energi Iran. Dari pihak Iran, Menteri Pertahanan sementara Majid Ibn al-Reza menegaskan negaranya menganggap setiap ancaman dari lawan sebagai ancaman yang nyata.

“Kami tidak akan lengah dan tidak akan tinggal diam,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pembahasan bersama Oman mengenai kesepakatan terkait Selat Hormuz berjalan menuju tahap finalisasi, sebagaimana dikutip media Iran.

Harapan meredanya ketegangan langsung direspons pasar energi. Harga minyak dunia turun pada perdagangan Asia, Senin pagi.

Minyak Brent turun 4,5% menjadi US$83,98 per barel, sedangkan minyak acuan Amerika Serikat melemah 4,6% menjadi US$80,74 per barel. Harga energi sebelumnya berfluktuasi sejak konflik pecah pada 28 Februari seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pelayaran di Selat Hormuz. Sekitar 20% perdagangan minyak mentah dan gas alam cair dunia melewati jalur tersebut. ham

Exit mobile version