Site icon Pandangan Rakyat

Atasi Kekeringan, Pemkab Bangkalan Bangun PAMSIMAS di 21 Titik

Bangkalan, PANDANGANRAKYAT.COM – Pemkab Bangkalan, Jawa Timur tahun ini membangun sebanyak 21 titik pengeboran melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) guna mengatasi kekeringan dan kekurangan air bersih warga di wilayah itu.

Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengatakan, program pembangunan PAMSIMAS itu merupakan kerja sama dengan pemerintah pusat dengan nilai total anggaran mencapai Rp10,5 miliar lebih.

“Program ini sengaja kami prioritaskan untuk wilayah-wilayah yang selama ini mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih,” katanya, Sabtu (1/8).

Menurut bupati, ke 21 titik yang menjadi fokus pembangunan PAMSIMAS tersebut dipilih berdasarkan tingkat kerawanan kekeringan yang selama ini dialami masyarakat.

“Lokasi yang menjadi prioritas berada di daerah-daerah yang akses air bersihnya masih sangat rawan, di antaranya Kecamatan Blega, Klampis, Tanjung Bumi, dan Kecamatan Kokop,” katanya.

Melalui program PAMSIMAS 2026 ini, Pemkab Bangkalan berharap persoalan krisis air bersih yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, terutama saat musim kemarau, dapat berangsur teratasi dan meningkatkan kualitas hidup warga di wilayah-wilayah rawan kekeringan.

Secara terpisah Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur Deni Kumara menjelaskan, seluruh lokasi saat ini telah memasuki tahapan pembentukan Kelompok Masyarakat (Pokmas) sebagai pelaksana kegiatan.

“Untuk PAMSIMAS tahun 2026 sebanyak 21 lokasi. Saat ini sudah dilakukan pembentukan kelompok masyarakat atau Pokmas. Setelah ini mereka akan menyusun Rencana Kerja Masyarakat (RKM),” ujar Deni.

Ia menjelaskan, setelah dokumen RKM selesai disusun, akan dilakukan penandatanganan kontrak antara pihak balai dengan ketua Pokmas masing-masing lokasi sebelum dana tahap pertama dicairkan.

“Kalau RKM sudah selesai, nanti dilakukan tanda tangan kontrak antara BPK dengan Ketua Pokmas. Setelah itu dana termin pertama bisa disalurkan. Insyaallah mulai Agustus tahap pertama sudah bisa dilaksanakan,” katanya.

Deni optimistis seluruh pekerjaan dapat rampung sesuai target sehingga masyarakat segera menikmati manfaat program tersebut.

Ia mengungkapkan, setiap lokasi memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp500 juta, sehingga total nilai program untuk 21 titik mencapai sekitar Rp10,5 miliar.

Anggaran tersebut digunakan untuk membangun berbagai fasilitas penyediaan air bersih, mulai dari pengeboran sumber air, pembangunan tandon, pemasangan jaringan perpipaan hingga sambungan rumah bagi warga penerima manfaat.

“Anggaran itu meliputi pembangunan sumber air, ada yang pengeboran, kemudian pembangunan tandon, jaringan pipa, sampai sambungan ke rumah-rumah warga,” katanya, menjelaskan.

Sasaran utama program ini adalah desa-desa yang mengalami krisis air bersih, khususnya daerah yang belum mendapatkan layanan PDAM.

Sementara itu, berdasarkan data Pemkab Bangkalan, jumlah desa yang rawan kekeringan dan kekurangan air bersih saat musim kemarau sebanyak 27 desa, dengan jumlah warga terdampak mencapai 15.789 Kepala Keluarga (KK). ham

Exit mobile version