Gresik, PANDANGANRAKYAT.COM– Banjir yang kerap menggenangi Jalan Raya Kawasan Industri Sumput, Kecamatan Driyorejo, kembali menjadi sorotan masyarakat dan pelaku usaha pada Rabu (24/6).

Meski permasalahan ini telah berlangsung bertahun-tahun, hingga kini warga menilai belum ada solusi permanen yang mampu mengatasi genangan yang muncul setiap musim hujan.

Saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Driyorejo, luapan air dari Kali Avour dan buruknya kapasitas saluran drainase menyebabkan akses utama menuju kawasan industri Sumput terendam. Kondisi tersebut menghambat mobilitas pekerja, distribusi barang, hingga aktivitas ekonomi di kawasan yang menjadi salah satu pusat industri di wilayah perbatasan Gresik-Surabaya.

Warga sekitar mengaku banjir bukan lagi kejadian baru.

“Hampir setiap musim penghujan, ruas jalan tersebut berubah menjadi kubangan dengan ketinggian air yang cukup mengganggu kendaraan roda dua maupun roda empat. Banyak pengendara motor terpaksa menuntun kendaraannya karena mesin mogok setelah menerobos genangan,” ujar salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.

Permasalahan banjir di kawasan industri sebenarnya tidak hanya terjadi di Sumput. Sejumlah kawasan industri lain di Jawa Timur juga menghadapi persoalan serupa akibat sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air saat curah hujan tinggi. Faktor pendangkalan sungai, minimnya normalisasi saluran, serta pesatnya pembangunan kawasan industri disebut menjadi penyebab utama meningkatnya risiko banjir.

Meski pemerintah pernah melakukan pengerukan dan perbaikan saluran di beberapa titik, warga menilai upaya tersebut belum memberikan dampak signifikan. Mereka berharap adanya langkah jangka panjang berupa normalisasi sungai secara menyeluruh, pembangunan sistem drainase terpadu, serta pengawasan terhadap tata ruang kawasan industri agar persoalan banjir tidak terus berulang setiap tahun.

Selain merugikan masyarakat, banjir yang terus terjadi juga berpotensi mengurangi daya saing kawasan industri Sumput. Pelaku usaha membutuhkan akses transportasi yang lancar dan aman untuk menunjang kegiatan produksi maupun distribusi. Jika tidak segera ditangani secara serius, persoalan ini dikhawatirkan akan terus menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah Driyorejo dan sekitarnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera menghadirkan solusi konkret dan berkelanjutan. Sebab, banjir tahunan di Jalan Kawasan Industri Sumput bukan lagi sekadar persoalan cuaca, melainkan masalah infrastruktur yang menuntut penyelesaian nyata. ham