Surabaya, PANDANGANRAKYAT.COM – Penyaluran Bantuan Pangan Komoditi Beras alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 mulai dilakukan secara bertahap di Jawa Timur. Penyaluran perdana untuk wilayah Surabaya berlangsung di Kelurahan Lidah Kulon, Kota Surabaya, Rabu (12/8/2026). Program tersebut menyasar sekitar 5,6 juta penerima di Jawa Timur dan ditargetkan seluruh penyalurannya dapat diselesaikan pada akhir September 2026.
Pimpinan Wilayah (Pimwil) Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, mengatakan penyaluran bantuan pangan beras di sejumlah daerah telah dimulai. Sebelum Surabaya, penyaluran juga telah dilakukan di Lamongan dan Madiun.
“Untuk wilayah Surabaya, kita mulai dari Kelurahan Lidah Kulon. Sebelumnya, penyaluran juga sudah dimulai di Lamongan dan Madiun. Targetnya, akhir September seluruh penyaluran sudah selesai,” ujar Langgeng.
Ia menyebutkan, jumlah penerima bantuan pangan beras di Surabaya mencapai sekitar 184.313 penerima, sedangkan secara keseluruhan di Jawa Timur terdapat sekitar 5,6 juta penerima. Menurutnya, jumlah penyaluran saat ini masih relatif kecil karena program tersebut baru diluncurkan pada awal pekan ini. Untuk alokasi Juli, Agustus, dan September, setiap penerima memperoleh bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan, sehingga total bantuan selama tiga bulan mencapai 30 kilogram per penerima.
“Penyalurannya bisa diberikan satu per satu atau dua bulan, tetapi kami merencanakan 30 kilogram dapat disalurkan sekaligus,” jelasnya.
Di sisi lain, Langgeng memastikan ketersediaan pangan di Jawa Timur dalam kondisi aman. Berdasarkan pemantauan harga dan pasokan, kondisi harga sejumlah komoditas pangan di Jawa Timur masih relatif stabil. “Alhamdulillah, berdasarkan pantauan SP2KP, Jawa Timur masih hijau dan harga stabil. Bahkan, beras dan minyak goreng saat ini menjadi salah satu penyumbang deflasi karena harganya relatif stabil,” katanya.
Untuk komoditas beras, stok di Jawa Timur saat ini mencapai sekitar 1,38 juta ton. Sementara target pengadaan beras yang ditetapkan sebesar 883.000 ton telah terlampaui. Hingga data terakhir, realisasi pengadaan mencapai sekitar 920.000 ton atau 106 persen dari target.
Dengan kondisi tersebut, stok beras Jawa Timur dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan, sebagai daerah surplus beras, Jawa Timur turut memasok kebutuhan sejumlah provinsi yang mengalami defisit. “Untuk sekitar 17 bulan ke depan, stok kita cukup. Bahkan, Jawa Timur sangat aman. Kita justru mengirim ke daerah-daerah yang mengalami defisit,” ungkapnya.
Sejumlah wilayah yang telah menerima pasokan dari Jawa Timur antara lain Papua, Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Secara keseluruhan, Jawa Timur telah mengirimkan pasokan beras ke sekitar 17 provinsi. ham

