Surabaya, PANDANGANRAKYAT.COM – Petugas gabungan menggelar razia besar-besaran dengan menyasar sembilan Rekreasi Hiburan Umum (RHU) atau tempat hiburan malam di Kota Surabaya. Hasilnya, belasan oknum anggota TNI AL, TNI AD, hingga Polri yang kedapatan keluyuran di jam malam berhasil diamankan petugas.
Operasi Penegakan Ketertiban (Opsgaktib) dan Yustisi 2026 ini melibatkan 75 personel gabungan dari berbagai instansi. Mulai dari POM Kodaeral V, POM AU Lanud Muljono, Denpom V/4 Surabaya, Propam Polrestabes Surabaya, BNNP Jatim, hingga Satpol PP Kota Surabaya.
Razia maraton ini dimulai pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 22.00 WIB hingga berakhir pada Minggu (21/6/2026) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Petugas menyisir sembilan titik hiburan malam populer secara berurutan.
Sembilan titik tersebut antara lain BV Luxury Bar & KTF, Alexza Club & KTF, Suka-Suka, Shamrock Kitchen & Bar, Mantis Bar & Lounge, Galaxy Poll & Karaoke, Roots Cafe & Bar, Camden Bar, hingga Shelter Surabaya.
Kedatangan puluhan petugas sempat membuat para pengunjung panik. Petugas memastikan bahwa fokus utama razia kali ini bukan menyasar masyarakat sipil biasa, melainkan memburu prajurit TNI dan anggota Polri “nakal” yang nekat melanggar aturan dinas.
Danpom Kodaeral V, Kolonel Laut (PM) Thomas Alexander, menjelaskan bahwa operasi penegakan hukum di tempat hiburan malam ini merupakan agenda berkala untuk menekan angka pelanggaran di kalangan prajurit.
“Kegiatan ini rutin dilaksanakan untuk menekan angka pelanggaran prajurit,” tegas Kolonel Laut (PM) Thomas Alexander, Minggu (21/6/2026).
Pemeriksaan kartu identitas dilakukan secara ketat kepada para pengunjung untuk menyisir personel yang membandel. Penindakan tegas ini diharapkan tidak hanya memberikan efek jera secara personal, melainkan juga demi menegakkan ketertiban umum di internal militer.
Berdasarkan pantauan di lapangan, terdapat puluhan orang yang diperiksa secara intensif oleh petugas. Dari total tersebut, tercatat ada 21 pengunjung yang resmi diamankan karena melakukan pelanggaran.
Petugas gabungan mengamankan 5 orang oknum prajurit TNI AD, 3 orang oknum prajurit TNI AL, serta 6 orang oknum anggota polri. Selain belasan oknum anggota itu, petugas gabungan juga mengamankan seorang anak di bawah umur, kemudian 6 warga yang tidak bisa menunjukkan identitas.
Begitu razia berakhir di titik Camden dan Shelter, puluhan personel langsung mengomandoi evakuasi. Seluruh oknum aparat maupun warga sipil yang terjaring langsung digelandang ke kantor POM TNI AD, POM TNI AL, Polrestabes Surabaya, serta Satpol PP Kota Surabaya sesuai dengan kewenangan instansi masing-masing untuk diproses lebih lanjut. ham

