Site icon Pandangan Rakyat

BUMD Kahyangan Terapkan Sistem Budidaya Monokultur

Jember, PANDANGANRAKYAT.COM – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perkebunan Kahyangan Jember menerapkan sistem budidaya monokultur untuk meningkatkan produksi kopi dan karet yang menjadi produk andalan perusahaan umum daerah tersebut di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

“Kami membenahi dan menata strategi budidaya tanam kopi dan karet yang selama ini menggunakan sistem tumpangsari karena hasil evaluasinya tidak maksimal dalam produktivitas hingga mempengaruhi kualitas,” kata Direktur Produksi, Pemasaran dan Pengembangan Perumda Perkebunan Kahyangan, Nyoman Aribowo di Jember, Selasa (8/7).

Menurutnya, komoditas utama Perkebunan Kahyangan adalah karet, namun diharapkan ke depan kopi organik yang ditanam di lahan perkebunan itu menjadi komoditas unggulan hingga menjadi brand-nya Kabupaten Jember.

“Dengan perbaikan sistem budidaya dari tumpangsari menjadi monokultur, perawatan yang optimal hingga proses pengolahan pascapanen yang baik maka kualitas komoditas itu juga akan meningkat,” tuturnya.

Luas lahan kopi robusta Perumda Perkebunan tersebut mencapai 300 hektare dengan total produksi sebanyak 126 ton pada 2025 yang dihasilkan dari lima kebun yakni Kebun Gunung Pasang di Kecamatan Panti, Kebun Sumberpadan di Kecamatan Sumberbaru, Kebun Sumbertenggulun di Kecamatan Tanggul, kemudian Kebun Sumberwadung dan Kalimrawan di Kecamatan Silo.

Sedangkan luas lahan karet mencapai 2 ribu hektare di lima kebun dengan total produksi sebanyak 818 ton dengan rata-rata setiap hektarenya berkisar 4-5 kuintal.

“Meski tersebar di lima kebun, komoditas kopi terbanyak berada di Kebun Gunung Pasang dan Sumberpandan. Kami berharap dengan pembenahan budidaya kedua komoditas menjadi monokultur akan meningkatkan produksi dan kualitasnya,” tuturnya.

Ia menjelaskan pohon karet yang sudah berusia tua atau berukuran besar sering kali menghalangi sinar matahari, sehingga pertumbuhan tanaman kopi di bawahnya tidak bisa maksimal saat pola tanam tumpangsari diterapkan, sehingga ke depan pihaknya tidak menargetkan luasan lahan, melainkan mengandalkan produktivitas dan kualitas.

“Kami tidak hanya berfokus menjual biji kopi mentah (green bean), tetapi menyiapkan hilirisasi melalui pengembangan produk specialty coffee, sehingga memperkuat identitas Jember sebagai penghasil kopi robusta terbaik,” katanya.

Perumda Perkebunan Kahyangan juga berkomitmen mempertahankan produksi kopi organik sebagai salah satu keunggulan yang dimiliki dan terus mendukung pengembangan produk premium tersebut. ham

Exit mobile version