Site icon Pandangan Rakyat

Cetak Laba Rp 0,42 triliun, BRI Tumbuh 9,52 persen

Jakarta, PANDANGANRAKYAT.COM – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) berhasil cetak kinerja moncer dan menjaga laju profitabilitasnya jelang penghujung kuartal II-2026.

Hingga Mei 2026, bank berkode saham BBRI ini berhasil mencetak laba sebesar Rp 20,42 triliun secara bank only atau tumbuh 9,52% secara tahunan (year-on-year/yoy). Capaian ini melaju dari pertumbuhan 5,91% yoy pada bulan sebelumnya. 

Merujuk laporan keuangannya, capaian tersebut salah satunya didorong oleh penurunan beban bunga BRI sebesar 14,37% yoy menjadi Rp 18,26 triliun. 

Dengan begitu, meski pendapatan bunga bank sejatinya terkoreksi tipis 0,07%yoy menjadi Rp 66,76 triliun, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BRI masih berhasil tumbuh 6,64% yoy menjadi Rp 48,5 triliun. 

Dari sisi operasional lainnya, BRI terpantau mulai menaikkan pencadangan (impairment) untuk periode ini, yakni sebesar 7,5% yoy menjadi Rp 19,06 triliun di periode Januari-Mei 2026.

Di saat yang sama, pendapatan komisi/provisi/fee dan administrasi bank juga hanya berhasil tumbuh 4,48% yoy menjadi Rp 8,59 triliun.  Pada gilirannya itu turut mendorong naik beban operasional lainnya hingga 9,52% yoy menjadi Rp 20,42 triliun.

Dus, laba operasional BRI tumbuh lebih terbatas 8,37% yoy menjadi Rp 25,53 triliun hingga akhir Mei 2025. Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BRI sejatinya berhasil tumbuh dua digit dalam periode ini, sebesar 12,23% yoy menjadi Rp 1.417,19 triliun.

Ini menjadi salah satu pendorong tumbuhnya aset bank sebesar 9,49% yoy menjadi Rp 2.073,12 triliun.

Sejalan dengan itu, dana pihak ketiga (DPK) BRI tumbuh 8,61% yoy menjadi Rp 1.546,44 triliun.  Pertumbuhan DPK utamanya ditopang oleh dana murah yang tumbuh 17,98% yoy menjadi Rp 1.092,27 triliun.

Rinciannya, giro bank berhasil tumbuh 25,23% yoy menjadi Rp 484,9 triliun dan tabungan tumbuh 12,78% yoy menjadi Rp 607,37 triliun. 

Di sisi lain, deposito sebagai dana mahal justru turun jumlahnya sebanyak 8,82% yoy menjadi Rp 454,16  triliun.  ham

Exit mobile version