Site icon Pandangan Rakyat

Dukung MBG, Polri Miliki Lebih dari 1.000 SPPG

Jakarta, PANDANGANRAKYAT.COM – Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi peran Polri dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) lewat pembangunan lebih dari 1.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan pidato di upacara peringatan HUT Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7).

“Polri juga ikut aktif membangun lebih dari 1.000 SPPG atau dapur-dapur untuk program MBG,” kata Prabowo.

Bahkan, Prabowo tak segan memuji bahwa SPPG dibangun Polri adalah dapur MBG yang terbaik. Kata dia, hal itu juga diakui oleh banyak pihak.

“Dan saya tidak ragu-ragu sampaikan di sini, dapur-dapur yang dibangun oleh Polri adalah dapur-dapur yang terbaik,” tutur Prabowo.

“Dan ini bukan kata saya, banyak pengamat, banyak peninjau dari lembaga-lembaga dunia yang datang ke Indonesia melihat dapur-dapur tersebut dan di antaranya sebagian besar yang dilihat dapur-dapur dari Polri,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengapresiasi keterlibatan Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, khususnya di bidang produksi jagung.

“Saya melihat sendiri Polri membangun gudang-gudang pangan yang sangat dibutuhkan, gudang-gudang dengan kualitas yang sangat baik,” ujarnya.

Selain itu, Prabowo juga menyoroti peran Polri yang terus membangun sumur bor air serta jembatan-jembatan di berbagai daerah.

“Dan membantu masyarakat yang terdampak bencana. Semangat inilah yang harus terus saudara-saudara pelihara,” ucap dia.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan, bahwa hukum tidak boleh digunakan sebagai alat untuk melakukan balas dendam politik.

“Hukum tidak boleh tajam ke bawah, tumpul ke atas. Hukum tidak boleh menjadi alat mereka-mereka yang punya uang. Hukum tidak boleh menjadi alat balas dendam politik. Hukum tidak boleh digunakan untuk kepentingan satu kelompok manapun,” kata Prabowo.

Prabowo mengatakan Indonesia adalah negara hukum. Karenanya, kata dia, hukum harus ditegakkan, dihormati dan dihargai.

Disampaikan Prabowo, hukum juga harus menjadi pelindung rakyat, memberikan rasa aman kepada rakyat yang jujur dan harus menjadi tempat berlindung bagi mereka yang lemah.

“Tidak boleh ada kriminalisasi. Tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang. Dan tidak boleh ada siapapun yang kebal terhadap hukum,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prabowo kembali menekankan bahwa rakyat yang paling lemah harus mendapat perlindungan. Selain itu, rakyat yang mencari kebenaran dan keadilan juga harus dilayani.

“Orang yang benar harus merasa aman. Orang yang bersalah harus bertanggung jawab atas perbuatannya,” ucap dia. ham

Exit mobile version