Site icon Pandangan Rakyat

GPM di Probolinggo Perkuat Daya Beli Masyarakat

Probolinggo, PANDANGANRAKYAT.COM – Pemerintah Kota Probolinggo, Jawa Timur memperkuat daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas harga bahan pokok dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Warung Siaga, Kota Probolinggo, Selasa (4/8).

Sejak pagi, warga berbondong-bondong membeli berbagai kebutuhan pokok yang dijual dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran. Beberapa komoditas bahkan ludes dalam waktu singkat, seperti telur ayam yang menjadi salah satu produk favorit masyarakat.

“Gerakan Pangan Murah merupakan program rutin Pemerintah Kota Probolinggo yang dilaksanakan minimal satu kali setiap minggu atau sekitar empat kali dalam sebulan. Selain jadwal rutin, pelaksanaan GPM juga dapat dilakukan berdasarkan permintaan masyarakat melalui kecamatan atau kelurahan,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Probolinggo, Aries Santoso.

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo itu menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus memperkuat daya beli masyarakat.

Menurutnya, pada pelaksanaan kali ini beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog belum dapat disalurkan karena sedang dalam proses audit. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi antusiasme masyarakat yang tetap memadati lokasi GPM di Warung Siaga.

“Alhamdulillah masyarakat tetap sangat antusias. Telur bahkan cepat habis. Harga komoditas seperti tomat, bawang merah, bawang putih, hingga produk olahan binaan DKPPP juga relatif lebih murah dibandingkan harga pasar sehingga banyak diminati warga,” tuturnya.

Ia mengatakan rangkaian GPM, operasi pasar, serta berbagai langkah yang dilakukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terbukti mampu membantu mengendalikan laju inflasi di Kota Probolinggo.

“Alhamdulillah kondisi inflasi Kota Probolinggo saat ini masih terkendali. Beberapa waktu lalu sempat berada pada posisi inflasi yang cukup tinggi di Jawa Timur. Namun melalui GPM, operasi pasar, dan berbagai intervensi di sejumlah titik, kondisi harga komoditas pangan dapat lebih stabil sehingga ikut menjaga laju inflasi,” katanya.

Ke depan, lanjut dia, Pemerintah Kota Probolinggo berkomitmen untuk terus melaksanakan GPM dengan menyesuaikan kondisi di lapangan. Apabila terjadi peningkatan harga maupun tekanan inflasi, frekuensi pelaksanaan kegiatan akan ditingkatkan agar masyarakat tetap memperoleh akses terhadap bahan pokok dengan harga yang terjangkau. ham

Exit mobile version