Site icon Pandangan Rakyat

Guru Besar ITS Jelaskan Pentingnya Manufaktur Berkelanjutan

Surabaya, PANDANGANRAKYAT.COM – Guru Besar ke-242 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Maria Anityasari menggaungkan pentingnya manufaktur berkelanjutan sebagai strategi mendukung sirkulasi ekonomi nasional dan memperkuat kemandirian industri dalam negeri.

Dosen Departemen Teknik Sistem dan Industri (DTSI) ITS itu menjelaskan, selama ini dunia industri lebih banyak menerapkan konsep green manufacturing atau manufaktur hijau yang menekankan efisiensi proses dan rantai pasok (supply chain) dengan orientasi pada arus ke depan (forward).

“Namun, green manufacturing tidak memiliki perputaran sumber daya,” kata Maria di Surabaya, Senin (29/6).

Menurut dia, sustainable manufacturing memiliki pendekatan yang lebih strategis karena berfokus pada siklus perputaran dalam ekosistem produksi.

“Adanya perputaran resources membuat kita dapat mengurangi konsumsi sumber daya dan memberikan kehidupan kedua, ketiga, dan seterusnya pada produk,” ujarnya.

Maria menuturkan keahliannya di bidang manufaktur berkelanjutan dibangun melalui pendalaman ilmu Life Cycle Engineering (LCE), yakni pendekatan yang mempertimbangkan seluruh siklus hidup produk.

Lulusan doktor dari University of New South Wales, Australia tersebut menjelaskan bahwa melalui pendekatan LCE, produk dirancang agar memiliki usia pakai panjang sehingga dapat diolah kembali oleh industri.

Ia memfokuskan keahliannya pada proses penggunaan kembali (reuse), manufaktur ulang (remanufacture), dan perbaikan atau pembaruan produk (refurbish).

Menurut Maria, penerapan manufaktur berkelanjutan dapat mendukung kemandirian industri nasional sehingga dirinya turut berkolaborasi dengan Kementerian Perindustrian dalam merumuskan kebijakan ekonomi sirkular (circular economy).

Sebagai langkah konkret, ia mengembangkan pedoman berupa Decision Support System (DSS) atau sistem pendukung keputusan untuk membantu pengambilan keputusan di industri.

Selain itu, ia juga menciptakan Core Assessment Evaluation (CAS), yakni metode evaluasi untuk menentukan apakah suatu produk dapat digunakan kembali, diperbarui, atau diproduksi ulang.

“CAS membantu mengevaluasi dan memutuskan apakah suatu produk bisa di-reuse, di-refurbish, atau di-remanufacture melalui teknologi untuk mendeteksi kerusakan,” katanya.

Upaya tersebut sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan ke-9 mengenai industri, inovasi, dan infrastruktur serta tujuan ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. ham

Exit mobile version