Site icon Pandangan Rakyat

Hingga Semester I/2026, Produk Pertanian Banyuwangi Surplus 174 ribu Ton

Banyuwangi, PANDANGANRAKYAT.COM – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat pengembangan beras organik sebagai bagian dari strategi membangun sektor pertanian yang berkelanjutan dan bernilai tambah tinggi. Hingga Semester I Tahun 2026, produksi pertanian organik di Banyuwangi telah mencapai 765,15 ton, sekaligus menjadi salah satu upaya meningkatkan daya saing produk pertanian daerah.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Danang Hartanto mengatakan, pengembangan beras organik dilakukan secara bertahap melalui pemetaan potensi lahan, uji kesuburan tanah, pendataan varietas lokal, serta pendampingan proses sertifikasi bagi petani.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Danang Hartanto, saat ditemui dalam kegiatan Jelajah UMKM dan Pondok Pesantren Jawa Timur 2026 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur di lahan Kelompok Tani Organik Sirtanio Banyuwangi, Selasa (4/8/2026).

“Pengembangan pertanian organik kami lakukan secara menyeluruh, mulai dari identifikasi potensi lahan hingga pendampingan sertifikasi, sehingga produk yang dihasilkan memenuhi standar dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” ujarnya.

Menurut Danang, pengembangan beras organik tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga mendukung sistem budidaya yang ramah lingkungan, menjaga kesuburan tanah, serta memberikan nilai tambah bagi petani.

Ia menjelaskan, pertanian organik menjadi salah satu pelengkap kekuatan sektor pangan Banyuwangi yang hingga Semester I Tahun 2026 mencatat produksi beras sebesar 255.257 ton, jauh melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat yang mencapai 81.252 ton, sehingga menghasilkan surplus sekitar 174 ribu ton.

Selain meningkatkan produktivitas, pemerintah daerah juga terus memperluas ekosistem pertanian organik melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Dukungan tersebut mencakup penguatan kapasitas petani, penyediaan sarana dan prasarana, digitalisasi pertanian, hingga pendampingan pengembangan UMKM sektor pertanian.

Ke depan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi berharap pengembangan beras organik semakin berkembang melalui peningkatan kualitas budidaya, pengolahan hasil, pengemasan, sertifikasi, akses pembiayaan, digitalisasi usaha, serta perluasan pasar, baik di tingkat nasional maupun ekspor.

“Kami ingin pertanian organik menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui produk yang memiliki daya saing tinggi,” kata Danang. ham

Exit mobile version