Site icon Pandangan Rakyat

Iran Bantah Adanya Negosiasi dengan AS

Jakarta, PANDANGANRAKYAT.COM – Iran tidak akan mengirim delegasi untuk berunding dengan Amerika Serikat (AS) di Qatar dalam waktu dekat. Iran membantah kabar mengenai rencana negosiasi yang disebut-sebut akan berlangsung di Doha pada Selasa (30/6/2026). 

Sikap tersebut menjadi penegasan bahwa Teheran mengabaikan langkah Presiden AS Donald Trump yang dikabarkan telah mengirim delegasi senior ke Qatar.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmail Baghaei memastikan tidak akan ada perundingan dengan AS di tingkat mana pun dalam beberapa hari mendatang. Menurut dia, fokus pemerintah Iran saat ini bukan membuka putaran negosiasi baru, melainkan memastikan seluruh poin dalam nota kesepahaman (MoU) perdamaian dengan AS dijalankan.

Mengomentari laporan bahwa AS mengirim delegasi senior ke Qatar, Baghaei membantah adanya agenda pertemuan dengan pihak Iran pada Selasa. Dia menegaskan, sekalipun delegasi AS berada di Doha, keberadaan mereka tidak memiliki hubungan dengan misi Iran.

“Tidak akan ada pertemuan negosiasi dengan pihak Amerika di tingkat apa pun dalam beberapa hari mendatang,” ujar Baghaei, seperti dikutip dari Anadolu.

Baghaei menjelaskan, prioritas Iran saat ini adalah memastikan implementasi 14 poin dalam MoU perdamaian yang ditandatangani kedua negara pada 17 Juni. Teheran ingin seluruh komitmen yang menjadi hak Iran terlebih dahulu direalisasikan sebelum memasuki pembahasan baru.

Menurut dia, Amerika Serikat telah menerbitkan izin berdasarkan Pasal 10 MoU yang berkaitan dengan penjualan minyak Iran. Saat ini, proses pelaksanaannya masih terus dipantau oleh pemerintah Iran.

Selain itu, implementasi Pasal 11 yang mengatur pencairan aset Iran yang selama ini dibekukan juga sedang berjalan. Iran mengaku terus mengikuti perkembangan pelaksanaan ketentuan tersebut.

Meski menolak negosiasi dengan AS, Baghaei mengungkapkan delegasi Iran tetap akan berangkat ke Doha pada akhir pekan ini. Namun, kunjungan itu hanya bertujuan menindaklanjuti pelaksanaan poin-poin dalam MoU, bukan untuk menggelar perundingan dengan Washington.

Teheran menilai kehadiran pangkalan militer asing justru menjadi sumber utama ketidakstabilan dan konflik yang terus melanda kawasan.

Kepala juru runding Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan, negara-negara Timur Tengah harus mampu menentukan sistem keamanan sendiri tanpa campur tangan kekuatan eksternal. Menurut dia, masa depan kawasan tidak terletak pada konfrontasi, melainkan kerja sama antarnegera kawasan.

“Kami menganggap penarikan pasukan militer asing dari kawasan sebagai tujuan strategis. Kami melihat masa depan kawasan bukan dalam konfrontasi, tapi interaksi. Pangkalan (militer) pasukan ekstra-regional di Asia Barat merupakan sumber ketidakstabilan,” kata Ghalibaf, saat berkunjung ke Azerbaijan belum lama ini, seperti dikutip dari Anadolu. ham

Exit mobile version