Jakarta, PANDANGANRAKYAT.COM – Pemerintah Iran dan Oman akan mengeluarkan pernyataan bersama mengenai tata kelola pelayaran di Selat Hormuz, demikian ungkap Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
“Kami telah berkonsultasi erat dengan Oman mengenai masalah ini dan mencapai hasil yang memuaskan. Kami mungkin akan segera menerbitkan program bersama dan mengeluarkan pernyataan bersama,” kata Araghchi di televisi pemerintah Iran.
Ia juga mengatakan bahwa Selat Hormuz telah terbuka untuk pelayaran selama bertahun-tahun, tetapi setelah keputusan Iran, situasi di Selat Hormuz tidak akan pernah sama lagi: kerangka hukum yang sesuai dengan hukum internasional harus ditetapkan untuk jalur tersebut.
Araghchi menekankan bahwa tidak ada pembicaraan tentang pengenaan bea masuk, tetapi biaya untuk layanan sedang dipertimbangkan.
Mengutip CNBC, Sabtu (13/6/2026), seorang pejabat senior Pemerintahan Trump yang enggan disebutkan namanya mengatakan kedua negara telah menyepakati sebuah memorandum of understanding (MoU) yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz serta langkah-langkah pembongkaran program nuklir Iran.
Meski demikian, Washington belum berani memastikan kesepakatan tersebut akan benar-benar ditandatangani. ham

