Jakarta, PANDANGANRAKYAT.COM – Ketua Parlemen Iran sekaligus juru runding utama Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada Senin (22/6) mengatakan bahwa dia sedang menuju Oman untuk melakukan perundingan membahas situasi terkait Selat Hormuz.

Iran dan AS mengadakan pembicaraan di Burgenstock, Swiss, Minggu (21/6), dengan Qatar dan Pakistan sebagai mediator negosiasi. Sementara itu delegasi AS dipimpin oleh Wakil Presiden AS JD Vance, dan Ghalibaf memimpin tim Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei dan Vance kemudian mengumumkan kemajuan dalam pembicaraan tersebut.

“Ghalibaf akan bertemu dengan Sultan Oman Haitham bin Tarik selama kunjungannya dan membahas perkembangan kerja sama bilateral, serta perihal bantuan untuk pengaturan Iran dalam mengelola Selat Hormuz,” demikian pernyataan Ghalibaf di saluran Telegram.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi menegaskan kembali komitmen negaranya terhadap hukum internasional dan jalur aman “bebas bea” melalui Selat Hormuz setelah pembicaraan dengan pejabat tinggi Iran di Muscat.

Dalam pernyataan di media sosial X, Albusaidi mengatakan diskusi dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi berfokus pada nota kesepahaman terkini Iran-AS, “khususnya paragraf mengenai Selat Hormuz”.

Perundingan tersebut dilakukan setelah kedatangan kedua negosiator senior itu di Oman untuk membahas pengelolaan jalur perairan strategis tersebut.

“Kami menegaskan komitmen terhadap hukum internasional dan jalur aman bebas bea,” kata Albusaidi.

Pernyataan itu dituliskan setelah mediator Qatar dan Pakistan mengeluarkan pernyataan bersama usai dialog AS-Iran di Swiss. AS dan Iran sepakat membentuk “sel de-konflik” bersama Lebanon guna memastikan kepatuhan penghentian operasi militer di Lebanon berdasarkan Nota Kesepahaman Islamabad. ham