Site icon Pandangan Rakyat

ITS Perkuat Pengelolaan Sampah di Kota Batu

Surabaya, PANDANGANRAKYAT.COM – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menerapkan teknologi pirolisis untuk mengolah limbah plastik menjadi energi alternatif melalui program pengabdian masyarakat guna memperkuat pengelolaan sampah berkelanjutan, di Desa Pesanggrahan, Kota Batu, Jawa Timur.

Ketua Tim Pengabdian ITS Lucky Putri Rahayu mengatakan melalui program itu pihaknya ingin menghadirkan solusi yang aplikatif terhadap persoalan sampah plastik di tingkat desa.

“Teknologi pirolisis menjadi jembatan antara pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan energi alternatif. Harapannya, masyarakat tidak hanya mampu mengurangi timbunan sampah, tetapi juga memperoleh nilai ekonomi baru dari limbah yang sebelumnya tidak termanfaatkan secara optimal,” katanya pada Senin (6/7).

Program bertajuk “Implementasi Sistem Pirolisis Limbah Plastik untuk Optimalisasi Produksi Energi Alternatif Ramah Lingkungan di Desa Pesanggrahan, Kota Batu, Jawa Timur” itu merupakan bagian Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didanai Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Lucky memimpin tim yang beranggotakan Melania Suweni Muntini dari Departemen Fisika ITS, Ilham Agung Wicaksono dari Departemen Teknik Elektro Otomasi ITS, serta enam mahasiswa Project Based Learning (PjBL) Departemen Teknik Elektro Otomasi ITS. Implementasi dan pelatihan dilaksanakan pada 3 Juli 2026.

Kegiatan tersebut diikuti perangkat desa, pengurus dan anggota Bank Sampah Desa Pesanggrahan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), kader Kesehatan Lingkungan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), serta Karang Taruna.

Desa Pesanggrahan dipilih karena telah memiliki lahan pengelolaan sampah sekitar 2.000 meter persegi, hanggar pemilahan, dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Indragiri Hilir. Namun, keterbatasan kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) mendorong penguatan pengelolaan sampah secara mandiri di tingkat desa.

Tim ITS menerapkan teknologi pirolisis untuk mengolah limbah plastik, terutama jenis high-density polyethylene (HDPE) dan polypropylene (PP), menjadi minyak pirolisis sebagai energi alternatif sekaligus mengurangi residu yang dibuang ke TPA.

Pada uji coba awal, sistem mengolah tujuh kilogram limbah plastik pada suhu 350-400 derajat Celsius dan menghasilkan sekitar 140-150 mililiter minyak pirolisis.

Hasil pengujian sederhana menunjukkan minyak tersebut dapat langsung terbakar saat disulut api sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.

Selain memasang sistem pirolisis yang dilengkapi sensor suhu, panel kontrol, Human Machine Interface (HMI), dan sistem kendali, tim juga menyusun standar operasional prosedur (SOP), modul pelatihan, serta panduan operasional sebagai bagian dari alih teknologi kepada masyarakat.

“Teknologi yang baik harus diiringi dengan kesadaran masyarakat. Pemilahan sampah dari rumah tangga merupakan langkah awal yang sangat menentukan keberhasilan proses pengolahan selanjutnya. Melalui teknologi pirolisis, masyarakat dapat melihat bahwa sampah plastik bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang masih memiliki nilai ekonomi sekaligus berkontribusi terhadap lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” kata anggota tim pengabdian Melania Suweni Muntini.

Sekretaris Desa Pesanggrahan, Batu, Jatim Budi Cahyono mengapresiasi kolaborasi antara ITS dan pemerintah desa dalam pengembangan pengelolaan sampah berbasis teknologi.

“Kami berharap program ini menjadi langkah awal lahirnya sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, mandiri, dan berkelanjutan di Desa Pesanggrahan. Kehadiran teknologi pirolisis diharapkan tidak hanya mampu mengurangi timbunan sampah plastik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat serta menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam pengelolaan lingkungan,” ujarnya.

ITS akan melanjutkan pendampingan operasional, pemantauan kinerja sistem, evaluasi pengurangan sampah, serta penguatan manajemen TPS3R agar teknologi tersebut dapat dioperasikan dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat. ham

Exit mobile version