Surabaya, PANDANGANRAKYAT.COM – Pemkot Surabaya melakukan uji coba akses Jalan Radial Road Lontar sebagai upaya untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di kawasan tersebut.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, mengatakan akses jalan di kawasan barat itu kini bisa difungsikan dan dilalui kendaraan.
“Radial Road ini akan kita fungsikan untuk orang bisa lewat. Tapi hanya satu arah, dari timur ke barat,” kata Eri Cahyadi, didampingi Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Hidayat Syah dan jajaran kepala perangkat daerah (PD) di lingkungan Pemkot Surabaya, Senin (29/6).
Wali Kota Surabaya menyampaikan Pemkot Surabaya juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait akses Jalan Raya Lontar menjadi satu arah.
“Kami juga sosialisasi yang (dari arah) Lontar itu, kita buat satu arah. Jadi tidak dua arah sehingga tidak macet,” ujarnya pula.
Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu menyebutkan, Jalan Radial Road Lontar nantinya dapat mengurai kemacetan yang sering terjadi di Jalan Raya Lontar.
“Kan Jalan Lontar itu karena jalurnya kecil, ada dua jalur kan? Nah, ini dibuat satu jalur. Tapi ini sudah kita buka dulu biar mengurangi kemacetan dan nanti Insya Allah di minggu depan sudah berjalan dua-duanya,” katanya lagi.
Setelah dibuka seluruhnya, Cak Eri memastikan, kemacetan di kawasan ini dapat terurai. Karena lalu lintas kendaraan yang menuju dari arah Pakuwon Trade Centre (PTC) ke Citraland akan terpecah, sehingga tidak terjadi penumpukan di Jalan Raya Lontar.
“Insya Allah sudah tidak macet, karena di Jalan Lontar macetnya panjang itu, sehingga dengan adanya (Jalan Radial Road) ini tidak ada kemacetan di daerah Lontar. Karena sudah terpecah,” katanya pula.
Cak Eri menerangkan, Jalan Radial Road Lontar tidak hanya berguna untuk mengurai kemacetan di kawasan Surabaya Barat. Akan tetapi, juga akan membawa pengaruh positif pada iklim investasi di Kota Surabaya ke depannya. Karena lokasi tersebut sudah menjadi kawasan jasa perdagangan.
“Jadi di posisi (jalan) ini PBB (pajak bumi dan bangunannya) naik, karena kan menjadi jalan besar. Otomatis PBB akan naik, karena tidak lagi sebagai (kawasan) rumah, tapi sudah menjadi jasa perdagangan,” ujarnya. ham

