Site icon Pandangan Rakyat

Jelang Muktamar NU di Jombang, Hotel di Sekitar Area Ramai Pesanan

Jombang, PANDANGANRAKYAT.COM – Muktamar ke-35 NU membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat Jombang.

Suasana di meja reservasi Azana Hotel Jombang berubah jauh lebih sibuk dari biasanya.

Beberapa jam setelah Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas diumumkan sebagai tuan rumah Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, notifikasi pemesanan kamar terus berdatangan tanpa henti.

Belum lama sejak pengumuman resmi pada Kamis (9/7/2026) malam, hampir seluruh kamar yang disiapkan untuk menyambut tamu muktamar telah ludes dipesan. 

Momentum lima tahunan organisasi Islam terbesar di Indonesia bahkan di dunia itu langsung menghadirkan berkah cepat bagi pelaku usaha perhotelan di Kabupaten Jombang.

Azana Hotel, yang berlokasi di Kecamatan Peterongan, Jombang menjadi salah satu yang paling cepat merasakan dampaknya. Hotel berbintang empat yang berjarak sekitar 10 menit dari kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas itu mendadak dipenuhi permintaan reservasi.

Sales Marketing Manager Azana Hotel Jombang, Adi Hermawan, mengaku tidak menyangka lonjakan pemesanan terjadi secepat itu. 

Menurutnya, setelah pengumuman keluar sekitar pukul 21.00 WIB, telepon dan permintaan reservasi mulai masuk hanya berselang sekitar satu jam.

“Malam itu juga pemesanan langsung berdatangan. Besok paginya kami sudah banyak menolak tamu karena kamar untuk periode muktamar sudah penuh,” ucapnya, Sabtu (11/7/2026).

Sebanyak 62 kamar yang disiapkan untuk tamu Muktamar NU kini telah terisi penuh untuk masa menginap 26 hingga 31 Agustus 2026. 

“Mayoritas pemesan berasal dari Jakarta, yang diperkirakan akan hadir sebagai peserta maupun tamu undangan,” katanya. 

Lonjakan permintaan turut mendorong penyesuaian tarif kamar. Harga menginap selama pelaksanaan muktamar naik sekitar 20 hingga 25 persen dibanding hari biasa, dengan tarif rata-rata mencapai Rp750 ribu per malam. 

“Layanan extra bed yang sebelumnya dikenakan biaya Rp250 ribu juga disesuaikan menjadi Rp350 ribu,” ungkapnya. 

Bagi pengelola hotel, kenaikan tarif bukan sekadar mengikuti tingginya permintaan, tetapi juga menjadi bagian dari momentum yang hanya hadir setiap lima tahun sekali. 

Meski seluruh kamar telah terpesan, manajemen memilih tidak menambah jumlah karyawan karena tenaga yang ada dinilai masih mampu melayani kebutuhan tamu.

Ramainya hotel diperkirakan baru menjadi awal dari perputaran ekonomi yang akan dirasakan Jombang. Kehadiran sekitar 6.000 peserta resmi, peninjau, dan tamu undangan dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara diprediksi akan menggerakkan berbagai sektor usaha.

Bukan hanya perhotelan yang bersiap menyambut tamu. Warung makan, pelaku UMKM, jasa transportasi, pusat oleh-oleh, hingga usaha kecil di sekitar kawasan Tambakberas diperkirakan akan ikut menikmati dampak positif dari perhelatan Muktamar NU ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026. ham

Exit mobile version