Site icon Pandangan Rakyat

Kampung Nelayan Merah Putih Ditarget Beroperasi Penuh Akhir 2026

Jakarta, PANDANGANRAKYAT.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan 65 lokasi Program Kampung Nelayan Merah Putih mulai beroperasi penuh pada akhir 2026. Pemerintah saat ini memfokuskan penyelesaian aspek operasional setelah pembangunan fisik di puluhan lokasi tersebut rampung.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pembangunan fisik di 65 titik telah selesai. Tahap berikutnya difokuskan pada penyiapan operasional, termasuk penyediaan sumber daya manusia dan penguatan kapasitas pengelola.

“Yang sudah selesai 65 titik, sekarang sedang proses transformasi untuk operasional. Kami sedang mempersiapkan tenaga kerjanya, pendidikan dan seterusnya,” ungkapnya usai Rakornas KKP di Jakarta, Kamis (3/7/2026).

Sementara itu, sebanyak 35 lokasi lainnya masih dalam tahap konstruksi dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026. Dengan demikian, pemerintah optimistis seluruh 65 titik yang telah selesai dibangun dapat beroperasi sebelum akhir tahun, sedangkan target 100 kampung nelayan beroperasi penuh diperkirakan tercapai pada awal 2027.

“Yang sekarang sudah selesai 65 titik, tetapi akhir tahun ini saya jamin semuanya beroperasi. Untuk 100 titik yang 100 persen beroperasi mudah-mudahan awal tahun depan,” imbuhnya. 

Di sisi lain, KKP mulai menyiapkan ekspansi program secara nasional. Pada 2026, kementerian menargetkan pembangunan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih yang tersebar di berbagai daerah.

Menurut Trenggono, pengembangan kawasan dilakukan dengan pendekatan tematik sesuai karakteristik masing-masing wilayah pesisir. Karena itu, fasilitas yang dibangun akan disesuaikan dengan kebutuhan setiap lokasi, mulai dari dermaga dan pabrik es hingga cold storage.

Program Kampung Nelayan Merah Putih menjadi salah satu dari enam program prioritas KKP untuk mendukung swasembada protein ikan dan garam.

Program lain meliputi pengembangan budidaya ikan darat tematik, swasembada garam, revitalisasi tambak Pantai Utara Jawa, kawasan tambak udang di Waingapu, serta modernisasi armada penangkapan ikan.

Pemerintah menargetkan program tersebut menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan pesisir melalui modernisasi sarana produksi, penguatan rantai pasok, serta peningkatan nilai tambah hasil perikanan.  KKP memperkirakan pengembangannya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 5,4% hingga 16,2%.

Program ini pertama kali diuji coba pada 2023 di Kampung Samber Binyeri, Biak Numfor.

Berdasarkan evaluasi KKP, proyek percontohan tersebut mampu meningkatkan nilai tukar nelayan hingga 113,2%, produksi tangkapan 103%, penjualan ikan 47%, dan pendapatan nelayan 78%.

Selain itu, distribusi hasil tangkapan berkembang dari pasar lokal ke berbagai kota seperti Bitung, Jakarta, Semarang, dan Surabaya dengan total penjualan mencapai 295 ton senilai Rp4,7 miliar. KKP juga mencatat sekitar 90% hasil produksi dari kawasan percontohan telah memasuki pasar ekspor.

Ke depan, pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih akan dilakukan secara bertahap melalui peningkatan produktivitas, kualitas, dan keberlanjutan usaha. Pada tahap lanjutan, pemerintah juga akan mendorong diversifikasi ekonomi masyarakat pesisir melalui pengembangan budidaya laut.

Selain itu, KKP menargetkan pengembangan budidaya ikan darat tematik di 40.000 titik yang tersebar di 500 kabupaten/kota sebagai bagian dari strategi meningkatkan produksi perikanan tanpa membuka lahan baru yang berpotensi memicu deforestasi. ham

Exit mobile version