Site icon Pandangan Rakyat

Karhutla di Gunung Bromo Meluas, Capai 70 hektare

Malang, PANDANGANRAKYAT.COM – Luas lahan yang terbakar di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, sudah mencapai sekitar 70 hektare sebagaimana dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis pagi.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam laporan yang diterima di Jakarta, Kamis (6/8), mengatakan luasan lahan terdampak karhutla tersebut tersebar di wilayah administratif Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang.

Adapun di Kabupaten Probolinggo, lanjutnya, api membakar sekitar 10 hektare lahan di kawasan Watu Gede, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura. Sedangkan di Kabupaten Malang, api  membakar 50 hektare kawasan Jantur Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Luas lahan terbakar didapat berdasar perhitungan sementara tim petugas gabungan sampai dengan Rabu (5/8) sore.

Abdul Muhari menjelaskan peristiwa karhutla yang melanda kawasan konservasi Gunung Bromo tersebut pertama kali terdeteksi sejak Senin (3/8) petang. Meski demikian, sampai saat ini tidak terdapat laporan adanya korban jiwa dalam insiden kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bromo tersebut.

Upaya penanganan darurat terus dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Balai Besar TNBTS, Polisi Kehutanan (Polhut), serta relawan, dengan mengerahkan armada pemadam kebakaran (damkar) dan tangki air.

Dia menambahkan sebagian titik api seperti di Blok Bantengan hingga Pusung Jantur sempat dinyatakan berhasil dipadamkan, namun petugas masih terkendala oleh medan terjal di lereng Kaldera Bromo dan tiupan angin kencang.

Bahkan untuk mengoptimalkan pemadaman darat, kata Abdul Muhari, personel BPBD Jawa Timur mengerahkan pesawat nirawak (drone) guna memetakan sebaran titik api yang berada di area sulit dijangkau, mulai dari sekitar kaldera- tugu perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang.

Selain itu, BNPB akan memberikan dukungan dengan menerjunkan satu helikopter yang didatangkan dari Palangka Raya, guna mempercepat pemadaman karhutla di Bromo. ham

Exit mobile version