Gresik, PANDANGANRAKYAT.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim kembali menggelar pasar murah ke 89 di Kabupaten Gresik, Sabtu (1/8/2026). Lokasi pasar murah yaitu di Lapangan Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, dan Halaman Balai Dusun Karangtumpuk Desa Campurejo, Kecamatan Panceng.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, didampingi sejumlah Kepala Perangkat Daerah meninjau langsung pelaksanaan kegiatan tersebut. Dalam pasar murah tersebut Gubernur Khofifah juga membagikan bendera merah putih kepada masyarakat Gresik.
Khofifah mengatakan, pengibaran Bendera Merah Putih seyogianya, bahkan diwajibkan, dilakukan oleh seluruh warga bangsa mulai 1 hingga 31 Agustus 2026. Untuk mendukung gerakan tersebut, Pemprov Jatim turut membagikan bendera kepada masyarakat. “Masuk 1 Agustus. Jadi, tanggal 1 sampai 31 Agustus seyogianya, bahkan diwajibkan, seluruh warga bangsa mengibarkan Bendera Merah Putih,” ujar Khofifah.
Menurutnya, pembagian bendera tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang bendera di rumahnya sudah pudar, rusak, atau bahkan tidak lagi memiliki bendera.
“Kita ini mensubstitusi saja. Siapa tahu bendera di rumah mungkin sudah kurang terang warnanya atau mungkin bahkan hilang benderanya. Enggak usah beli, hari ini langsung dipasang 1 Agustus sampai dengan tanggal 31 Agustus 2026 ini,” katanya
Selain itu juga, Khofifah menegaskan bahwa pelaksanaan Pasar Murah merupakan bagian dari upaya Pemprov Jatim untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Semangat kita membangun negeri mudah-mudahan berseiring dengan upaya kita membangun penguatan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, terutama di Jawa Timur,” tuturnya.
Khofifah menjelaskan, Pasar Murah terus dimaksimalkan sebagai sarana untuk menyapa masyarakat sekaligus menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
“Kita memaksimalkan hari-hari ini untuk menyapa masyarakat dengan menyiapkan logistik yang sangat terjangkau karena memang harganya jauh di bawah harga pasar,” jelasnya.
Menurut Khofifah, keterjangkauan bahan kebutuhan pokok menjadi penting untuk memastikan ketersediaan logistik di rumah tangga tetap aman. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar, masyarakat diharapkan dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang.
“Keterjangkauan logistik ini menjadi penting. Pastikan bahwa logistik di rumah-rumah warga itu aman sehingga hidupnya juga lebih tenang,” ungkapnya.
Melalui penyediaan bahan pokok dengan harga terjangkau, Pemprov Jatim juga berharap stabilitas harga dan inflasi dapat terus dikendalikan. “Berikutnya, tentu harapan kita inflasi ini terus bisa kita kendalikan,” pungkas Khofifah. ham

