Jakarta, PANDANGANRAKYAT.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan agar lebih mudah mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui peningkatan literasi keuangan dan kapasitas usaha.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Erwin Dwiyana mengatakan upaya tersebut dilakukan melalui pilot project Program Generasi Melek Inklusi dan Literasi Keuangan (Gemilang) yang menyasar pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
“Dengan SDM yang semakin kompeten, implementasi Program Kerja Prioritas Nasional dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Erwin dalam keterangan di Jakarta, Kamis (9/7).
Program tersebut diikuti 30 peserta yang terdiri atas 18 pelaku UMKM dan 12 pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Adapun sosialisasi program Gemilang berlangsung pada Rabu (1/7).
Para peserta dibekali kemampuan mengelola usaha, meningkatkan literasi keuangan, serta memperluas akses pembiayaan formal melalui perbankan.
Direktur Pemberdayaan Usaha KKP Ali Rahmat Iman Santoso mengatakan peningkatan kapasitas pelaku usaha menjadi penting karena pemanfaatan pembiayaan formal di sektor kelautan dan perikanan masih relatif rendah.
Berdasarkan Sistem Informasi Kredit Program Kementerian Keuangan, realisasi penyaluran KUR sektor kelautan dan perikanan hingga triwulan I 2026 baru mencapai sekitar 1,5 persen dari total penyaluran KUR nasional.
Menurut Ali, kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya ruang untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan.
“Program Gemilang dirancang agar pelaku usaha menjadi lebih bankable, memahami pengelolaan keuangan secara baik, dan memiliki kesiapan untuk memperoleh pembiayaan formal sebagai modal mengembangkan usahanya,” ujarnya.
KUR merupakan program pembiayaan bersubsidi pemerintah yang ditujukan untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku UMKM dan sektor produktif.
Pemerintah mencatat hingga 25 Juni 2026 realisasi penyaluran KUR secara nasional telah mencapai Rp143,2 triliun atau 49,3 persen dari target tahun ini sebesar Rp290 triliun.
Penyaluran tersebut telah menjangkau sekitar 2,2 juta debitur UMKM, yang terdiri atas sekitar 1,1 juta debitur baru dan 511 ribu debitur yang telah naik kelas (graduasi). Adapun porsi penyaluran KUR ke sektor produksi secara nasional telah mencapai 64,1 persen. ham

