Surabaya, PANDANGANRAKYAT.COM – PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) mencatat realisasi luas lahan tebu yang dikelola dan dikembangkan bersama petani mitra telah mencapai 74.984 hektare hingga Juni 2026.

Sekretaris Perusahaan SGN Yunianta menyatakan realisasi luas lahan yang tersebar di Jawa dan Sulawesi itu merupakan hasil dari program ekstensifikasi atau perluasan areal tanam tebu

“Kami terus memperkuat upaya peningkatan produksi gula nasional melalui program ekstensifikasi atau perluasan areal tanam tebu,” katanya di Surabaya, Jatim, Rabu (24/6).

Dari total luasan tersebut, kata Yunianta, Pulau Jawa masih menjadi kontributor terbesar dengan luas areal mencapai 72.261 hektare sedangkan Pulau Sulawesi tercatat seluas 2.723 hektare.

Ia menjelaskan pengembangan areal tanam ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat ketersediaan bahan baku tebu, meningkatkan produktivitas industri gula, serta mendukung target swasembada gula nasional yang dicanangkan pemerintah.

PT SGN terus mendorong pertumbuhan areal tebu melalui berbagai pendekatan mulai dari penguatan kemitraan dengan petani, optimalisasi lahan eksisting, hingga pengembangan wilayah-wilayah potensial baru untuk budidaya tebu.

Langkah itu dilakukan untuk memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku bagi pabrik gula sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pergulaan nasional.

Sementara itu, Yunianta menekankan program ekstensifikasi menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam mendukung transformasi industri gula nasional.

Menurut dia, peningkatan luas areal tanam harus berjalan beriringan dengan peningkatan produktivitas agar mampu memberikan dampak signifikan terhadap produksi gula nasional.

Ia menegaskan pengembangan areal tebu di Pulau Jawa dan Sulawesi menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan produksi gula nasional.

Selain meningkatkan luasan tanam, SGN juga terus mendorong penerapan praktik budidaya yang lebih efektif melalui pendampingan teknis, penggunaan varietas unggul, serta penguatan kolaborasi dengan petani dan pemangku kepentingan terkait.

“Kami meyakini bahwa keberhasilan swasembada gula tidak hanya ditentukan oleh kapasitas pabrik, tetapi juga oleh kekuatan sektor hulu,” ujarnya.

Melalui program ekstensifikasi yang berkelanjutan, SGN optimistis dapat terus meningkatkan ketersediaan bahan baku tebu, memperkuat daya saing industri gula nasional, serta mendukung pencapaian target swasembada gula melalui pengembangan areal tebu yang produktif, efisien, dan berkelanjutan. ham