Site icon Pandangan Rakyat

Malaysia Nyaris Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi, RI masih Menengah ke Atas

Jakarta, PANDANGANRAKYAT.COM – Malaysia kini berada satu langkah di depan untuk resmi menjadi negara berpenghasilan tinggi (high-income country) setelah posisi ekonominya tercatat hanya terpaut 7,1% di bawah ambang batas Bank Dunia.

Dalam laporan teranyar bertajuk OECD Economic Surveys: Malaysia 2026 yang dirilis akhir Juli 2026, Menteri Ekonomi Malaysia, Akmal Nasrullah Mohd Nasir, mengonfirmasi bahwa Pendapatan Nasional Bruto (GNI) per kapita Malaysia telah melesat hingga mencapai USD 12.380. Angka ini semakin mendekati standar negara berpenghasilan tinggi Bank Dunia untuk tahun fiskal terbaru yang ditetapkan sebesar USD 14.000.

“Angka-angka ini memang menggembirakan, tetapi melampaui ambang batas tersebut bukanlah tujuan akhir. Yang terpenting adalah apakah pertumbuhan ini mampu menghasilkan upah yang lebih baik, lapangan kerja yang lebih berkualitas, dan daya beli yang lebih kuat bagi warga Malaysia,” tutur Akmal, Selasa (28/7).

Sementara itu, Indonesia masih kokoh bertahan di kategori negara berpenghasilan menengah ke atas (upper-middle income), dengan estimasi Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita berada di kisaran USD 4.582 hingga USD 5.345.

Menurut data Kementerian Ekonomi Malaysia, pertumbuhan ekonomi Negeri Jiran melesat kuat hingga 5,8% pada kuartal kedua 2026, naik signifikan dari kuartal sebelumnya yang sebesar 5,4%.

Meski angka ini menggembirakan, Pemerintah Malaysia menegaskan bahwa fokus utama mereka bukan sekadar melewati ambang batas administratif Bank Dunia, melainkan memastikan pertumbuhan tersebut benar-benar menghasilkan upah yang lebih tinggi dan daya beli yang lebih kuat bagi masyarakat.

Secara garis besar, rata-rata pendapatan warga Malaysia saat ini berkisar 2,5 hingga 3 kali lipat lebih tinggi dibandingkan warga Indonesia.

Malaysia berada di jalur cepat untuk mendeklarasikan diri sebagai negara maju dalam kurun waktu 1–2 tahun ke depan berkat transformasi industri berbasis teknologi tinggi. Di sisi lain, Indonesia harus memacu reformasi struktural, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, dan memperluas lapangan kerja formal agar target pertumbuhan tidak hanya dinikmati di atas kertas, tetapi juga mendongkrak PDB per kapita secara nasional. ham

Exit mobile version