Site icon Pandangan Rakyat

Muktamar Ke-35 NU Digelar di Desa Tambak Beras, Desa Kelahiran Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdul Wahab Chasbullah

Oleh : Gus Hanan

Jombang, PANDANGANRAKYAT.COM – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menjadi momentum bersejarah bagi warga nahdliyin. Perhelatan akbar organisasi Islam terbesar di Indonesia ini digelar di kawasan Tambakberas, Jombang, daerah yang memiliki hubungan erat dengan perjalanan sejarah para ulama besar pendiri dan penggerak Nahdlatul Ulama.

Tambak beras dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan pesantren yang memiliki peran penting dalam perkembangan tradisi keilmuan Islam di Nusantara.

Banyak orang tidak tahu bahwa, desa Tambak Beras adalah desa kelahiran Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdul Wahab Chasbullah, dimana keduanya dikenal sebagai ulama penggerak dan tokoh penting dalam lahirnya NU pada 1926.

Digelarnya Muktamar ke-35 NU di Tambakberas memiliki makna simbolis yang kuat. Forum tertinggi NU ini seakan kembali ke akar sejarah pesantren, tempat para kiai membangun tradisi keilmuan, memperjuangkan kemaslahatan umat, serta menjaga nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Muktamar ke-35 NU tidak hanya menjadi ajang pengambilan keputusan organisasi, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk meneruskan cita-cita para pendiri NU.

Berbagai agenda strategis akan dibahas, mulai dari arah kebijakan organisasi, penguatan pendidikan pesantren, hingga peran NU dalam menghadapi tantangan sosial dan kebangsaan.

Bagi masyarakat Jombang, khususnya warga Tambakberas, penyelenggaraan muktamar menjadi kebanggaan tersendiri.

Kehadiran para ulama, pengurus NU, dan peserta dari berbagai daerah menjadi pengingat bahwa pesantren memiliki peran besar dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Dengan berlangsungnya Muktamar ke-35 NU di kawasan yang sarat nilai sejarah ini, semangat perjuangan Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdul Wahab Chasbullah diharapkan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk menjaga tradisi keilmuan, memperkuat persatuan, dan terus berkhidmat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. ham

Exit mobile version