Site icon Pandangan Rakyat

Pabrik di Jombang Rekrut Ratusan Pekerja Outsourcing setelah PHK Ribuan Pegawai Tetap

Jombang, PANDANGANRAKYAT.COM – Adanya perekrutan tenaga kerja baru di PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di tengah proses pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang terjadi di perusahaan tersebut dikonfirmasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jombang.

Informasi tersebut diperoleh setelah Disnaker melakukan klarifikasi langsung kepada pihak manajemen.

Kepala Disnaker Jombang, Isawan Nanang Risdiyanto mengatakan, klarifikasi dilakukan pada Senin (6/7/2026), menyusul laporan dari Gerakan Arek Suroboyo Jombang Peduli (GAS JP) mengenai dugaan masuknya pekerja baru di perusahaan tersebut.

“Dalam pertemuan itu, perusahaan mengakui telah merekrut pekerja baru. Klarifikasi ini kami lakukan untuk menindaklanjuti laporan yang disampaikan GAS JP,” ucap Isawan, Kamis (9/7/2026).

Berdasarkan keterangan manajemen, PT SGS merekrut sekitar 500 hingga 600 pekerja dengan status tenaga alih daya (outsourcing).

Sementara itu, pekerja yang sebelumnya terdampak PHK merupakan karyawan tetap.

Menurut Isawan, perusahaan menjelaskan bahwa tenaga kerja baru tersebut sebagian besar ditempatkan pada pekerjaan penunjang.

Termasuk di bagian perbaikan (repair) dan beberapa unit pendukung lainnya.

Meski demikian, Disnaker belum menerima rincian mengenai jenis pekerjaan maupun jumlah pasti pekerja yang ditempatkan di masing-masing bagian.

Ia menegaskan, hingga kini, Disnaker belum dapat memastikan apakah jumlah pekerja baru sebanding dengan jumlah karyawan yang diberhentikan.

Pasalnya, saat proses klarifikasi berlangsung, pihak perusahaan belum menyerahkan data administrasi secara lengkap.

Untuk itu, Disnaker telah menjadwalkan pertemuan lanjutan dengan manajemen PT SGS pada Jumat (10/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, perusahaan diminta membawa data rinci mengenai jumlah pekerja yang terkena PHK serta tenaga kerja baru yang telah direkrut.

“Hasil pertemuan berikutnya akan menjadi dasar untuk mengetahui kondisi sebenarnya, termasuk jumlah pekerja yang di-PHK dan yang direkrut kembali,” kata Isawan.

Disnaker Jombang bersama Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur akan menunggu hasil klarifikasi lanjutan sebelum menentukan langkah berikutnya.

Rekomendasi yang akan dikeluarkan nantinya disesuaikan dengan kewenangan pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi dalam penyelesaian persoalan ketenagakerjaan tersebut.

Alasan PT SGS Jombang melakukan PHK massal terhadap sekitar seribu pekerja mulai dipertanyakan.

Serikat Buruh Plywood Jombang (SBPJ) mengklaim, perusahaan masih merekrut tenaga kerja baru dan aktivitas produksi tetap berjalan normal.

Ketua SBPJ, Hadi Purnomo mengatakan, anggotanya menemukan banyak pelamar kerja baru yang mendatangi perusahaan beberapa hari terakhir.

Selain itu, aktivitas produksi, pasokan bahan baku, hingga bongkar muat peti kemas juga disebut tidak mengalami gangguan.

“Kalau perusahaan benar-benar merugi, mengapa masih ada perekrutan pekerja baru dan produksi tetap berjalan? Fakta di lapangan menunjukkan aktivitas perusahaan masih normal,” ucapnya, Jumat (3/7/2026).

Menurut Hadi, temuan tersebut akan menjadi salah satu bahan yang disampaikan dalam proses penyelesaian perselisihan hubungan industrial di Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur. ham

Exit mobile version