Site icon Pandangan Rakyat

Parkir Digital Tingkatkan Pendapatan Parkir di Surabaya

Surabaya, PANDANGANRAKYAT.COM – Pendapatan parkir di sejumlah titik Kota Surabaya naik setelah penerapan sistem parkir digital atau nontunai salah satunya di Jalan Tanjung Anom yang telah diterapkan secara penuh dengan pengawasan langsung dari petugas Dinas Perhubungan (Dishub).

“Yang membuat saya semakin terkejut adalah hasilnya. Biasanya setoran parkir pada Sabtu malam atau malam Minggu hanya sekitar Rp600 ribu. Namun kali ini setoran mencapai Rp2,6 juta dalam satu malam,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (29/7).

Ia mengemukakan di Jalan Tanjung Anom, Dishub tetap melibatkan juru parkir. Namun, petugas Dishub ikut berjaga untuk memastikan seluruh transaksi dilakukan secara non-tunai.

“Di Jalan Tanjung Anom memang tetap melibatkan juru parkir, tetapi petugas Dishub ikut berjaga untuk memastikan seluruh pembayaran dilakukan secara non-tunai,” katanya.

Keberhasilan tersebut mendorong Pemkot Surabaya menerapkan pola serupa di seluruh titik parkir sebagai gambaran yang lebih akurat mengenai potensi pendapatan parkir di setiap lokasi.

“Dishub harus menangani langsung seluruh titik parkir, tetapi juru parkir tetap diberdayakan di lokasi. Dengan cara itu potensi setiap titik parkir bisa diketahui, mulai dari Jalan Blauran, Embong Malang, Manyar, Dharmahusada, Dharmawangsa hingga lokasi-lokasi lainnya,” tuturnya.

Ia juga meminta masyarakat aktif melapor apabila menemukan juru parkir yang menolak pembayaran menggunakan voucher atau sistem non-tunai. Menurut dia, petugas Dishub harus segera turun ke lapangan dan mengganti juru parkir yang melanggar ketentuan.

“Bagi saya yang paling membahagiakan adalah evaluasi yang dilakukan Dishub tidak berhenti pada pembenahan, tetapi juga melahirkan inovasi,” katanya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat mendukung kebijakan tersebut dengan membiasakan pembayaran parkir secara non-tunai. Menurutnya, penggunaan pembayaran non-tunai merupakan bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan parkir yang lebih transparan dan akuntabel.

“Sebab sistem non-tunai ini saya jalankan sebagai amanah dari warga Surabaya dan sesuai dengan keinginan masyarakat. Karena itu saya mengajak seluruh warga Surabaya untuk membantu saya dengan membayar parkir secara non-tunai,” katanya. ham

Exit mobile version