Site icon Pandangan Rakyat

Pelatih Timnas Mesir Sindir Wasit Berat Sebelah saat Lawan Argentina

Jakarta, PANDANGANRAKYAT.COM – Hossam Hassan pelatih tim nasional Mesir melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit usai timnya kalah dramatis 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Rabu (8/7/2026) dini hari WIB.

Hassan bahkan menilai timnya menjadi korban “ketidakadilan” dan mempertanyakan sejumlah keputusan yang diambil perangkat pertandingan.

Dalam laga yang berlangsung sengit itu, Mesir sempat unggul dua gol sebelum Argentina bangkit melalui gol Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez untuk memastikan kemenangan pada masa injury time.

Seusai pertandingan, Hassan mengaku kecewa terhadap beberapa keputusan wasit yang dinilai merugikan timnya, termasuk dianulirnya gol Mesir setelah tinjauan Video Assistant Referee (VAR) serta tidak ditinjaunya dugaan pelanggaran Alexis Mac Allister dalam proses terciptanya gol kemenangan Argentina.

“Kami tampil lebih baik daripada juara bertahan dalam banyak aspek permainan. Namun hasil pertandingan dipengaruhi oleh faktor-faktor di lapangan maupun di luar lapangan. Mungkin mereka ingin mempertahankan juara dunia di turnamen ini. Mungkin mereka ingin Messi tetap bersaing,” kata Hassan dilansir dari ESPN.

Pelatih berusia 59 tahun itu juga mengungkapkan keberatan terhadap penunjukan François Letexier wasit asal Prancis yang memimpin pertandingan tersebut.

Menurutnya, tim pelatih Mesir sebelumnya telah menyampaikan keberatan atas penunjukan tersebut.

“Ada hal-hal yang menurut kami tidak mencerminkan rasa hormat maupun sportivitas. Kami merasa seharusnya ada penalti untuk kami, tetapi situasi itu tidak ditinjau melalui VAR. Gol kedua kami juga dianulir dan kami tidak memahami alasan di balik keputusan tersebut,” ujarnya.

Hassan mengatakan dirinya sempat berbicara langsung dengan Letexier setelah pertandingan berakhir untuk menyampaikan protes atas kepemimpinan wasit.

Mostafa Zico striker Mesir juga mengaku kecewa karena kemenangan yang sudah berada di depan mata akhirnya lepas pada menit-menit akhir pertandingan.

“Pertandingan sebenarnya berada dalam kendali kami, tetapi semuanya berubah pada momen terakhir. Kami unggul 2-0, kemudian banyak hal terjadi di lapangan. Saya juga tidak memahami mengapa gol kami dianulir,” kata Zico.

Meski demikian, Zico menegaskan Mesir tidak pernah menganggap pertandingan telah selesai ketika unggul dua gol. Ia menyadari Argentina merupakan juara bertahan sekaligus salah satu favorit meraih gelar Piala Dunia 2026.

“Kami tahu sejak awal bahwa kami menghadapi tim yang sangat kuat. Jika mereka menang murni karena kualitas permainan mereka, tentu kami bisa menerimanya dengan cara yang berbeda,” ujarnya.

Mostafa Shobeir kiper Mesir, memilih menyoroti perjuangan timnya sepanjang pertandingan. Ia mengakui ada sejumlah kesalahan yang dilakukan pada 10 menit terakhir, tetapi tetap bangga dengan penampilan rekan-rekannya.

“Tentu ada beberapa kesalahan yang kami lakukan pada menit-menit akhir. Namun kami bermain melawan juara dunia dan saya bangga dengan perjuangan seluruh tim,” kata Shobeir. ham

Exit mobile version