Site icon Pandangan Rakyat

Pembangunan Sekolah Rakyat di Bondowoso Tunggu Assesmen dari Kemensos

Bondowoso, PANDANGANRAKYAT.COM – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bondowoso terus bergulir. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso kini telah menyiapkan lahan seluas minimal 5 hektare di Desa Pancoran sebagai syarat utama untuk mengajukan asesmen ulang kepada Kementerian Sosial (Kemensos).

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso, Mohammad Imron, mengatakan hingga kini pengajuan secara administratif memang belum dilakukan karena pemerintah daerah masih menyelesaikan sejumlah persiapan.

“Sejauh ini Sekolah Rakyat masih dalam tahap persiapan untuk mengajukan permohonan asesmen ulang ke Kementerian Sosial. Secara administratif memang belum resmi kami ajukan karena ada beberapa hal yang harus kami pastikan lebih dulu,” kata Imron, Jumat (24/7).

Menurutnya, persiapan pembangunan Sekolah Rakyat sebenarnya telah dimulai sejak 2025. Bahkan, Pemkab Bondowoso telah menyampaikan rencana tersebut secara langsung kepada Menteri Sosial saat berada di Jakarta.

Imron menjelaskan, kendala utama pada pengajuan sebelumnya adalah luas lahan yang belum memenuhi persyaratan. Kini hambatan tersebut telah teratasi setelah pemerintah daerah menyiapkan lahan sekitar 5 hektare di Desa Pancoran, yang berada di kawasan sekitar SMK Negeri 4 Bondowoso.

“Kendala waktu itu memang kekurangan lahan. Sekarang lokasi minimal 5 hektare sudah kami siapkan di Desa Pancoran,” ujarnya.

Ia juga meluruskan informasi yang sempat beredar mengenai rencana pemanfaatan aset eks Rumah Sakit Paru sebagai lokasi Sekolah Rakyat. Menurutnya, lokasi tersebut sejak awal tidak pernah menjadi pilihan karena luas lahannya tidak memenuhi ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat.

Imron menjelaskan, apabila hasil asesmen ulang dari Kemensos menyatakan lokasi tersebut memenuhi seluruh persyaratan, pembangunan Sekolah Rakyat akan dilaksanakan sepenuhnya menggunakan anggaran pemerintah pusat. ham

Exit mobile version