Site icon Pandangan Rakyat

Pemkab Jember Siapkan 50 Armada Jemput Bola Warga yang Sakit

Jember, PANDANGANRAKYAT.COM – Pemkab Jember terus mematangkan program pelayanan kesehatan terintegrasi. Sebanyak 50 unit armada mobil disiapkan untuk meluncurkan program pelayanan Home Care (layanan kesehatan di rumah) bagi warga yang membutuhkan.

Bupati Jember, Muhammad Fawait menyatakan, puluhan armada ini nantinya akan didistribusikan ke puskesmas-puskesmas. Pihaknya juga membentuk tim khusus yang bergerak secara mobile.

“Ada kurang lebih 50 armada yang akan kita serahkan kepada puskesmas dan akan dibentuk tim yang akan keliling-keliling,” katanya saat menghadiri program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bungadesaku) di Balai Desa Pakusari, Senin (20/7/2026).

Dia memaparkan peluncuran resmi (launching) program Home Care ini rencananya bakal digelar di wilayah ujung barat Jember pada akhir pekan ini. Wilayah tersebut dipilih karena aksesnya yang dinilai cukup jauh dari fasilitas rumah sakit daerah.

“Tanggal 24 (Juli) nanti di Kecamatan Sumberbaru. Salah satu kecamatan yang terjauh dari rumah sakit yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Jember,” ujarnya.

Menurutnya, program Home Care menjadi salah satu prioritas utamanya untuk memangkas jarak pelayanan publik, mendampingi program pengobatan gratis yang sudah berjalan. Sistem jemput bola ini sengaja diinisiasi untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu.

“Masyarakat yang tidak mampu itu punya kesulitan untuk ke puskesmas dan ke rumah sakit sehingga kita antar, jemput bola ke rumah-rumahnya,” paparnya.

Pria yang karib disapa Gus Fawait itu menyebut, Pemkab Jember mengerahkan sebanyak 1.200 tenaga kesehatan (nakes) demi menyukseskan program ini. Menariknya, layanan ini tidak hanya menghadirkan dokter umum, melainkan juga fasilitas pemeriksaan langsung dari dokter spesialis hingga sub-spesialis.

Selain kunjungan fisik, pihak puskesmas di Jember nantinya juga dilengkapi dengan fasilitas telemedicine atau konsultasi jarak jauh seperti aplikasi Halodoc.

“Nanti bisa kita tentukan apakah dia dirawat tetap di rumahnya, terus dia membutuhkan obatnya apa. Kalau memang tidak dibawa (ke RS), kan akan kita antar nanti obatnya,” ungkapnya.

Terkait sasaran utama, Gus Fawait menegaskan layanan Home Care akan difokuskan pada masyarakat rentan. Mulai dari lansia, penyandang disabilitas, hingga anak stunting.

“Kita identifikasi mulai dari lansia, terutama lansia sebatang kara. Kemudian saudara-saudara disabilitas. Anak-anak stunting dan beberapa kriteria lain yang sudah kita identifikasi,” tandasnya. ham

Exit mobile version