Site icon Pandangan Rakyat

Pemkot Malang Daur Ulang Sampah Plastik dan Styrofoam jadi Solar

Malang, PANDANGANRAKYAT.COM – Pemkot Malang, Jawa Timur melakukan inovasi pembuatan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dari hasil pengolahan sampah anorganik berupa plastik dan styrofoam.

“Kalau dulu kan ada istilah pembatasan plastik, tapi hari ini plastik dan styrofoam di Kota Malang sudah kami olah menjadi solar, sudah berproses 2026, sekitar 1 sampai 2 bulan ini,” kata Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran di Kota Malang, Rabu (29/7).

Proses daur ulang ini dilakukan menjadi bagian dari strategi mengurangi volume yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang maupun ke lokasi penampungan serta pengolahan lainnya di wilayah setempat.

Volume harian sampah di Kota Malang mencapai 860 ton, dari jumlah itu sebanyak 40 persennya merupakan sampah anorganik.

Ia menjelaskan proses produksi BBM dari plastik dan styroafoam masih belum dilaksanakan setiap hari karena harus menyesuaikan ketersediaan bahan baku.

Raymond menyebut satu kali produksi membutuhkan setidak 200 kilogram plastik maupun styrofoam, mekanisme produksi memaksimalkan empat unit mesin disel pemroses dengan kapasitas 50 kilogram per alat.

Ia menyampaikan setiap sekali produksi jumlah bahan bakar yang dihasilkan berkisar antara 120 liter sampai dengan 130 liter.

“Tapi kan prosesnya tidak bisa dilakukan setiap hari, jadi dalam satu minggu rata-rata dua kali melakukan pengolahan,” ujar dia.

Raymond menyebut BBM dari hasil daur ulang sampah pemanfaatannya untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar bagi empat mesin pengolahan yang digunakan hingga digunakan menunjang operasional truk pengangkut.

“Kendaraan yang biasanya kerjanya pagi sampai jam sore, rata-rata satu sampai dua jam sudah kehabisan solar, sehingga kami manfaatkan ini sebagai tambahan meskipun tidak semua truk melainkan baru satu dua unit truk,” tutur dia. ham

Exit mobile version