Site icon Pandangan Rakyat

Penanganan Sampah di Sungai di Sukodono Dipercepat

Sidoarjo, PANDANGANRAKYAT.COM – Pemkab Sidoarjo menyiapkan solusi jangka pendek dan menengah untuk mengatasi penumpukan sampah di aliran sungai Kecamatan Sukodono melalui pemasangan jaring, normalisasi saluran, dan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menyatakan, langkah tersebut disepakati dalam audiensi di Sidoarjo, Senin, bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Camat Sukodono, dan para kepala desa sebagai tindak lanjut masih ditemukannya tumpukan sampah di sejumlah sungai.

“Persoalan sampah di Kecamatan Sukodono tidak bisa diselesaikan dengan membersihkan sungai saja, yang harus kita benahi adalah sistemnya, mulai dari penanganan di hulu hingga pengolahan sampah di tingkat desa agar tidak lagi dibuang ke sungai,” kata Mimik, Senin (3/8).

Menurutnya, enam desa yang menjadi perhatian karena memiliki penumpukan sampah terbanyak di aliran sungai yakni Desa Jogosatru, Cangkringsari, Pademonegoro, Pekarungan, Suruh, dan Jumputrejo.

Sebagai solusi jangka pendek, Mimik menjelaskan pemerintah akan memasang jaring pada titik intake atau saluran pengambilan air baku di masing-masing desa untuk menahan sampah yang terbawa arus sungai.

Sampah yang tertahan pada jaring, kata Mimik, akan diangkut secara berkala melalui koordinasi antara pemerintah desa, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), serta Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA), sementara PUBMSDA juga melakukan normalisasi saluran agar aliran sungai kembali lancar.

Menurut dia, Pemkab Sidoarjo juga mendorong pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) sebagai solusi jangka menengah agar sampah dapat diolah sejak dari sumber sehingga hanya residu yang dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Ia menuturkan, Kecamatan Sukodono merupakan salah satu kawasan dengan pertumbuhan penduduk dan perumahan yang pesat sehingga volume sampah terus meningkat dan memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam pengelolaannya.

Dirinya menambahkan, pembersihan sungai yang selama ini dilakukan secara rutin belum mampu menghentikan munculnya kembali tumpukan sampah sehingga perubahan perilaku masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai menjadi kunci penyelesaian persoalan. ham

Exit mobile version