Surabaya, PANDANGANRAKYAT.COM – Ketua Harian Perbakin Surabaya, Hadi Susilo memastikan, pihaknya telah menonaktifkan JL dari kepengurusan Perbakin Surabaya. Selain itu, Perbakin Surabaya menyebut, JL bukan merupakan pelatih karena tidak punya sertifikasi kepelatihan.
“Kami membenarkan terduga adalah salah satu pengurus Perbakin Surabaya. Per 12 Juni kami sudah menonaktifkan terduga (JL) dan terduga sudah tidak menjadi pengurus Anggota Perbakin Surabaya lagi,” kata Hadi Susilo saat konferensi pers di Surabaya, Sabtu (13/6/2026).
Hadi menegaskan, terduga JL bukanlah seorang pelatih resmi Perbakin Surabaya.
JL disebut hanya pengurus Perbakin Surabaya yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Tembak Reaksi Perbakin Surabaya dan membuka les privat latihan menembak.
“Banyak beredar terduga adalah pelatih Perbakin Surabaya, itu tidak benar. Terduga bukan pelatih resmi, tapi terduga punya les-lesan atau pelatihan privat. Kebetulan terduga menyewa tempat di area Perbakin Jatim dan pelatihannya ini bukan resmi Perbakin Surabaya,” bebernya.
Hadi menegaskan, Perbakin Surabaya tidak memberikan bantuan hukum kepada JL. Pihaknya juga berada di pihak korban dan mendukung penuh aparat kepolisian mengusut tuntas.
“Kami seluruh pengurus Perbakin Surabaya prihatin, marah, dan kecewa atas kejadian ini. Perbakin Surabaya memposisikan diri di pihak korban dan kronologi kami serahkan sepenuhnya ke teman-teman Porlestabes Surabaya Unit PPA. Kami yakin Polrestabes Surabaya bisa menguak kasus ini sebaik-baiknya dan presisi,” tegasnya.
Sebelumnya, kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret mantan pengurus Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Surabaya berinisial JL sempat bikin heboh.
Korbannya adalah DS (15), atlet perempuan di bawah umur yang selama ini dibina dalam cabang olahraga menembak. ham

