Probolinggo, PANDANGANRAKYAT.COM – Di tengah upaya pemerintah mendorong transisi energi dan mengurangi ketergantungan pada LPG impor, seorang peternak sapi di Kabupaten Probolinggo, berhasil memanfaatkan limbah kotoran sapi menjadi biogas sebagai bahan bakar alternatif untuk memasak.
Inovasi tersebut dilakukan oleh Abdul Kholid Malaka, pemilik peternakan sapi di Desa Selogudig Kulon, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.
Dengan modal pribadi sekitar Rp 17 juta, Kholid membangun instalasi biogas berkapasitas 12 meter kubik yang memanfaatkan limbah dari 23 ekor sapi jenis Simmental dan Limousin.
Kotoran sapi difermentasi di dalam reaktor biogas hingga menghasilkan gas metana yang kemudian dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk kebutuhan memasak di lingkungan peternakan.
Menurut Kholid, ide membangun instalasi biogas muncul karena prihatin dengan kondisi masyarakat yang kerap kesulitan memperoleh LPG akibat pasokan terbatas dan harga yang terus meningkat.
Kholid mengklaim kapasitas instalasi biogas yang dibangunnya mampu menghasilkan energi dalam jumlah besar. Berdasarkan perhitungannya, produksi biogas tersebut setara dengan sekitar 1.000 tabung LPG 3 kilogram.
Meski demikian, hingga kini pemanfaatan biogas masih terbatas untuk kebutuhan peternakan. Belum tersedianya teknologi distribusi yang memadai membuat energi terbarukan tersebut belum dapat disalurkan secara luas kepada masyarakat.
Kholid berharap ke depan biogas dapat dipindahkan secara legal ke dalam tabung LPG sehingga masyarakat cukup membawa tabung kosong ke peternakannya untuk diisi ulang tanpa harus membeli gas baru.
“Harapan saya biogas ini bisa membantu masyarakat, terutama saat LPG langka dan mahal. Kotoran sapi yang selama ini dibuang bisa menjadi energi yang bermanfaat. Kendala kami saat ini hanya teknologi untuk memindahkan biogas ke tabung LPG secara aman dan legal,” ujar Abdul Kholid, Senin (27/7/2026).
Ia juga berharap pemerintah dan instansi terkait memberikan dukungan berupa teknologi serta pendampingan agar pemanfaatan biogas dari limbah peternakan dapat dikembangkan sebagai sumber energi bersih yang murah dan ramah lingkungan bagi masyarakat luas. ham

