Site icon Pandangan Rakyat

Plt Wali Kota Madiun Bidik Madu Mongso Naik Kelas

Madiun, PANDANGANRAKYAT.COM – Pemerintah Kota Madiun terus bergerak cepat mematangkan ekosistem pariwisata daerah yang terintegrasi dengan sektor ekonomi kreatif.

Terbaru, Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun, melakukan aksi gowes pagi menyusuri gang-gang kota untuk meninjau langsung sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) unggulan, Kamis (9/7/2026).

Kunjungan lapangan ini dilakukan guna memastikan kesiapan para produsen lokal, khususnya industri madu mongso, yang saat ini tengah dibidik untuk naik kelas menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTB) di tingkat internasional melalui UNESCO.

Rute gowes diawali dengan meninjau proses pembuatan Madu Mongso Cap Tawon di Jalan Bali, Kelurahan Kartoharjo.

Bagus kemudian bergeser ke rumah produksi Sambel Pecel Cap Jeruk Purut di Jalan Delima, dilanjutkan ke pusat kerajinan kain goni Charu Dhatri di Jalan Semangka. 

Rangkaian peninjauan ini ditutup di rumah produksi Madu Mongso Cap Wahyu Tumurun serta industri kerupuk Sahabat di Kelurahan Banjarejo.

Dalam setiap persinggahannya, Bagus berdialog erat dengan para pelaku usaha untuk memetakan rantai produksi, kendala pemasaran, hingga inovasi produk agar mampu bersaing dengan gempuran makanan pabrikan.

“Setelah kemarin secara kajian dari teman-teman Disparpora sudah jadi dan diterima, sekarang saya turun langsung untuk menggali produksinya di masing-masing UMKM. Kalau kita hari ini mengajukan madu mongso ke UNESCO, secara ekosistem di akar rumput harus siap. Saya tadi cek dan coba rasanya, alhamdulillah semuanya sudah oke,” ujar Bagus Panuntun, Kamis (9/7/2026).

Bagus optimis panganan tradisional seperti madu mongso dan sambel pecel memiliki ceruk pasar yang loyal dan tidak akan tergilas produk modern karena mempunyai segmentasi yang berbeda.

Oleh karena itu, Pemkot Madiun berkomitmen mengarahkan konektivitas destinasi wisata kota agar bermuara pada sentra-sentra UMKM ini.


Sebagai bentuk komitmen keberlanjutan, Pemkot Madiun tengah menggodok skema bantuan pengembangan usaha yang diproyeksikan cair pada tahun 2027.

Menariknya, bantuan ini tidak akan diberikan dalam bentuk uang tunai guna menghindari penyalahgunaan serapan dana. ham

Exit mobile version