Site icon Pandangan Rakyat

Program SIKAP, Jadi Salah Satu Upaya Pengelolaan Sampah di Sekolah

Surabaya, PANDANGANRAKYAT.COM – Pengelolaan sampah merupakan masalah nasional yang harus ditangani secara menyeluruh mulai hulu hingga ke hilir. Pengelolaan sampah secara tepat harus ditanamkan pada anak sejak dini. Khususnya di lingkungan sekolah.

Selain itu, dibutuhkan langkah berkelanjutan mulai dari pelestarian ekosistem, pengelolaan sampah, hingga edukasi sejak usia sekolah.

Pesan itu disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup di kawasan Ampel, Surabaya, Sabtu 6 Juni 2026

Dalam kegiatan yang terhubung melalui teleconference dengan tujuh provinsi di Indonesia tersebut, Khofifah memaparkan sejumlah program lingkungan yang tengah dijalankan di Jawa Timur, mulai dari rehabilitasi mangrove, Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan, hingga pengembangan pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Salah satu program lingkungan yang telah dijalankan yakni, Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan. Dalam program ini mengubah area belakang sekolah yang sebelumnya menjadi lokasi penumpukan sampah menjadi lahan produktif.

Di sejumlah sekolah, lahan tersebut dimanfaatkan untuk budidaya sayuran, buah-buahan, hingga perikanan. Sementara sekolah yang memiliki keterbatasan lahan memanfaatkan polybag sebagai media tanam.

Program ini juga mendorong pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk yang kemudian digunakan kembali untuk mendukung kegiatan pertanian sekolah.

“Bagaimana sampah bisa diolah menjadi pupuk, kemudian dimanfaatkan untuk menanam sayur, buah maupun mendukung sektor perikanan. Program ini sudah berjalan di Jawa Timur,” ujar Khofifah.

Tak hanya itu, Jawa Timur juga mendorong percepatan implementasi program Pengolahan Sampah menjadi Listrik (PSL). Menurut Khofifah, ketentuan kapasitas minimal 1.000 ton sampah per hari yang saat ini menjadi syarat pembangunan fasilitas pengolah sampah menjadi energi listrik perlu dikaji ulang.

Ia menilai sejumlah daerah yang menghasilkan sekitar 500 ton sampah per hari juga layak mendapatkan dukungan agar persoalan sampah tidak terus menumpuk tanpa solusi jangka panjang.

“Saya mengusulkan agar daerah dengan kapasitas sekitar 500 ton per hari juga bisa masuk program PSL. Jangan menunggu sampai 1.000 ton karena proses pembangunan infrastruktur bisa memakan waktu bertahun-tahun,” katanya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengapresiasi berbagai upaya pengelolaan lingkungan yang dilakukan di Jawa Timur. Menurutnya, persoalan lingkungan dan sampah hanya dapat diatasi melalui kerja sama berbagai pihak.

Jumhur menilai kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah perlu terus diperkuat untuk menghadirkan berbagai solusi pengelolaan sampah yang efektif, termasuk bagi daerah yang volume sampahnya belum mencapai 1.000 ton per hari.

Ia berharap berbagai inovasi yang berkembang di Jawa Timur dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks. ham

Exit mobile version